Potensi - Potensi Energi Gelombang Laut Sebagai Energi Terbaharukan Lengkap

4:47:00 PM
TAMBANGILMU.COM - Banyak sumber energi yang telah digunakan untuk membangkitkan listrik di dunia. Namun, beberapa di antaranya belum sepenuhnya di kembangkan seperti halnya energi dari gelombang ombak. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang potensi - potensi energi gelombang laut sebagai energi terbaharukan yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. Secara umum, potensi energi samudra yang dapat diubah menjadi energi listrik dapat dibagi kedalam 3 jenis potensi energi, yaitu: 
  • Energi pasang surut (tidal power) adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut.
  • Energi gelombang laut (wave energy) energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya.
  • Energi panas laut (ocean thermal energy) memanfaatkan perbedaan dari temperatur air laut di permukaan serta di kedalaman.


GELOMBANG LAUT SEBAGAI SALAH SATU ENERGI TERBAHARUKAN

Meskipun pemanfaatan energi jenis ini di Indonesia masih memerlukan berbagai penelitian mendalam, tetapi secara sederhana dapat dihitung bahwa probabilitas dari menemukan serta memanfaatkan potensi energi gelombang laut dan energi panas laut, lebih besar dari energi pasang surut. Pada dasarnya pergerakan laut yang menghasilkan suatu gelombang laut terjadi karena adanya dorongan pergerakan angin di permukaan laut. Angin timbul akibat perbedaan tekanan pada 2 titik yang diakibatkan oleh respons pemanasan udara oleh matahari yang berbeda pada kedua titik tersebut. Berdasarkan sifat tersebut maka energi gelombang laut dapat dikategorikan sebagai suatu energi terbarukan



MENGHITUNG POTENSI ENERGI GELOMBANG LAUT

Gelombang laut dapat dipandang secara ideal berbentuk gelombang yang memiliki suatu ketinggian puncak maksimum dan lembah minimum. Pada jangka waktu tertentu, ketinggian puncak yang dapat dicapai oleh serangkaian gelombang laut berbeda-beda, bahkan ketinggian puncak ini akan berbeda-beda untuk lokasi yang sama jika dilakukan pada hari yang berbeda. Meskipun begitu secara statistik dapat ditentukan ketinggian signifikan dari gelombang laut pada satu titik lokasi tertentu. Jika waktu yang butuhkan untuk terjadinya sebuah gelombang laut dihitung berdasarkan data jumlah gelombang laut yang diamati pada jangka waktu tertentu, maka dapat diketahui potensi energi dari gelombang laut di titik lokasi tersebut. Nilai dari ptensi energi gelombang laut pada satu titik pengamatan dalam satuan kw per meter akan berbanding lurus dengan setengah dari kuadrat ketinggian signifikan dikali waktu yang diperlukan untuk terjadinya sebuah gelombang laut. Dari perhitungan ini dapat diprediksikan berbagai potensi energi dari gelombang laut di berbagai tempat di dunia

Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa pantai barat di Pulau Sumatera bagian selatan dan pantai selatan di Pulau Jawa bagian barat berpotensi memiliki energi gelombang laut sekitar 40 kw/m. Pada dasarnya prinsip kerja dari teknologi yang mengkonversi energi gelombang laut menjadi suatu energi listrik adalah mengakumulasi energi gelombang laut untuk memutar turbin generator. Karena itu sangat penting memilih lokasi yang secara topografi cocok dan memungkinkan untuk akumulasi energi. Meskipun penelitian untuk mendapatkan teknologi yang optimal dalam mengkonversi energi gelombang laut masih terus dilakukan. Pada saat ini, ada bermacam-macam alternatif teknologi yang dapat dipilih. 


TEKNOLOGI PENGUBAH ENERGI GELOMBANG LAUT

Untuk Indonesia, alternatif teknologi yang diprediksikan tepat dikembangkan di pesisir pantai selatan Pulau Jawa adalah Teknologi Tapered Channel (Tapchan). Prinsip kerja dari teknologi ini cukup sederhana, yaitu gelombang laut yang datang disalurkan memasuki sebuah saluran runcing yang berujung pada sebuah bak penampung yang diletakkan pada suatu ketinggian tertentu. Air laut yang berada di dalam bak penampung akan dikembalikan ke laut melalui saluran yang terhubung dengan turbin generator penghasil energi listrik. Adanya bak penampung memungkinkan aliran air yang digunakan sebagai penggerak turbin dapat beroperasi terus menerus dengan kondisi gelombang laut yang berubah-ubah. Teknologi ini tetap memerlukan bantuan mekanisme dari pasang surut dan pemilihan topografi garis pantai yang tepat. Teknologi yang digunakan saat ini telah dikembangkan sejak tahun 1985

Alternatif teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang lebih banyak dikembangkan adalah teknik yang bernama osilasi kolom air (the oscillating water column). Proses dari pembangkitan tenaga listrik dengan teknologi ini dilakukan melalui 2 tahapan proses, yaitu gelombang laut yang datang akan menekan udara pada kolom air yang kemudian diteruskan ke kolom atau sebuah ruang tertutup yang telah terhubung dengan turbin generator. Tekanan tersebut akan menggerakkan turbin dari generator pembangkit listrik. Sebaliknya, gelombang laut yang meninggalkan kolom air tersebut akan diikuti oleh sebuah gerakan udara dalam ruang tertutup yang kemudian menggerakkan turbin generator pembangkit listrik. 

Variasi prinsip teknologi ini dikembangkan di Jepang dengan nama Might Whale Technology. Di Skotlandia, Inggris Raya, dibangun sebuah pembangkit tenaga gelombang laut yang menggunakan teknologi ini. Pembangkit yang selesai dibangun pada tahun 2000 ini dilengkapi dengan 2 buah generator dan 2 buah turbin counter-rotating yang dapat menghasilkan daya listrik sampai 500 kW. Selain itu, di Denmark, dikembangkan pula teknologi pembangkit tenaga gelombang laut yang disebut Wave Dragon, prinsip kerjanya sama dengan tapered channel. Namun bedanya pada wave dragon, saluran air dan turbin generator diletakkan di tengah bak penampung sehingga pembangkit tidak dapat di pasang di pantai. Pembangkit-pembangkit tersebut kemudian dihubungkan dengan suatu jaringan transmisi bawah laut kepada konsumen. Hal ini menyebabkan biaya instalasi serta perawatan pembangkit menjadi mahal

Walaupun demikian selain memasok energi listrik, pembangkit ini juga mampu mendorong pertumbuhan kehidupan laut. tidak ada emisi gas buang CO2, tidak ada polusi visual, tidak ada polusi suara, dan tidak memerlukan biaya untuk bahan bakar, karena sumber penggeraknya adalah energi alam yang bersifat terbarukan




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Populer Hari Ini