Akibat Dari Efek Rumah Kaca Yang Mempengaruhi Iklim

9:36:00 AM
TAMBANGILMU.COM - Secara umum iklim merupakan suatu hasil dari interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik dimana parameter-parameternya adalah seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi pada suatu tempat di muka bumi. Iklim adalah suatu kondisi rata-rata dari cuaca, dan untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, diperlukan nilai rata-rata parameterparameternya selama kurang lebih 10 sampai 30 tahun. Iklim akan muncul setelah berlangsung suatu proses fisik dan dinamis yang begitu kompleks yang terjadi di atmosfer bumi. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang akibat dari efek rumah kaca yang mempengaruhi iklim yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


EFEK RUMAH KACA

Kompleksitas proses fisik serta dinamisnya atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi mengelilingi matahari yang disebut revolusi dan perputaran bumi pada porosnya yang disebut rotasi. Pergerakan planet bumi ini akan menyebabkan besarnya energi matahari yang diterima oleh bumi tidak merata, sehingga secara alamiah ada sebuah usaha pemerataan energi yang berbentuk suatu sistem peredaran udara, selain itu matahari memancarkan energinya bervariasi atau berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perpaduan dari proses-proses tersebut dengan unsur-unsur iklim serta faktor pengendali iklim membawakan kita pada kenyataan bahwa kondisi cuaca dan iklim ternyata bervariasi dalam hal jumlah, intensitas dan distribusinya. 


Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi, sebagian akan dipantulkan kembali ke angkasa oleh permukaan bumi. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas yang berada di atmosfer yang menyelimuti bumi disebut dengan gas rumah kaca, sehingga sinar matahari yang bersuhu panas tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan Efek Rumah Kaca (ERK) karena peristiwanya mirip dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk ke dalam rumah kaca akan terperangkap di dalamnya, dan tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. 

Peristiwa alam ini akan menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak dihuni bagi manusia, karena jika tidak ada ERK maka suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CH4(Metan), N2O (Nitrous Oksida), dan CO2 (Karbon dioksida), PFCs (Perfluorocarbons), HFCs (Hydrofluorocarbons), and SF6 (Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dapat dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas peternakan dan pertanian. GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti metana, nitroksida, dan karbondioksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer.

Perubahan komposisi GRK di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, namun sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi. Meningkatnya jumlah emisi GRK di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata dari permukaan bumi, yang dikenal dengan Pemanasan Global

Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi kembali ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali kemudian berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer yang sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas ke angkasa menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi atau adanya energi panas tambahan yang kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi dari lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya akan memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi kemudian terjadilah pemanasan global. Karena suhu merupakan salah satu parameter dari iklim yang sangat berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara mendunia


AKIBAT DARI PEMANASAN GLOBAL

Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan terjadinya kenaikan suhu, lalu mencairkan es di kutub, yang menyebabkan meningkatnya permukaan laut, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan karena periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomali-anomali iklim seperti terjadinya El Nino – La Nina serta Indian Ocean Dipole (IOD). Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, krisis pangan, pengungsian besar-besaran, banjir, gagal panen, wabah penyakit, dan lain-lainnya


Demikian penjelasan tentang Akibat Dari Efek Rumah Kaca Yang Mempengaruhi Iklim. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Populer Hari Ini