Perkembangan dan Peninggalan Kesenian Negeri Timur Lengkap

12:49:00 PM
TAMBANGILMU.COM - Jauh sebelum dimulai perhitungan tahun masehi, dibeberapa tempat di daerah timur sudah memperlihatkan suatu kebudayaan yang bermutu tinggi. Dan sangat berpengaruh baik di timur ataupun di daerah barat. Pada awal perkembangannya kesenian timur berpusat di Mesir, Mesopotamia dan India (lembah sungai Indus). Ketiga daerah ini menampilkan bentuk seni yang memiliki sesuatu yang menjadi ciri khas masing – masing sesuai dengan kepercayaan, pandangan hidup dan tradisinya. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang perkembangan dan peninggalan kesenian negeri timur yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


1. Kesenian Mesir Kuno 

Daerah sekitar aliran sungai Nil merupakan suatu daerah pertanian yang subur yang dapat memberikan kemakmuran kepada rakyat-rakyatnya, dengan itu Mesir dapat mengembangkan kebudayaanya dengan baik. Sejak dahulu mereka sudah mengenal kesenian, ilmu pengetahuan, dan sudah mengenal jenis tulisan yang disebut dengan Hirogli. Bangsa Mesir juga mempunyai kepercayaan dengan berbagai kultus atau pemujaan, yaitu kultus kematian, kultus Raja dan kultus Dewa, merekapun termasuk penganut Polytheisme (banyak Dewa), seperti Dewa Osiris, Dewi Hather, Dewa Hours, Dewa Amon, Dewa Isis, dan sebaginya. Dari kegiatan – kegiatan kepercayaan itulah muncul seni Mesir yang bersifat sakral, penuh dengan hal-hal magis dan misteri, mulai dari pembuatan mumi, seni patung, seni lukis sampai pada bangunan – bangunan yang monumental dan raksasa. Terutama seni bangunan dan seni patung yang dibuat dari batu kapur serta batu granit. Sehingga peninggalan – peninggalannya masih bisa kita saksikan sampai sekarang, seperti:

Seni Bangunan (bangunan makan dan kuil)
Bangunan makam yang disebut piramid dibangun dari susunan batu kapur berbentuk limas segi empat yang didalamnya terdapat gang – gang / lorong menuju ke kamar Raja (Mummi Firaon), kamar premaisuri dan kamar harta. Salah satu Piramid yang terkenal adalah piramid Khufu di Ghizah yang dianggap sebagi suatu keajaiban dunia. Bangunan kuil di Mesir ada dua jenis, yaitu;
  • Kuil Lapangan, contohnya seperti Kuil Amon Re di Karnak
  • Kuil Korokan atau kuil yang dipahatkan pada suatu bukit karang, contohnya kuil Ramses II di Abu Simbel 


Seni Patung
Berdasarkan sikap tubuhnya, patung Mesir dibedakan menjadi: 
  • Patung Kourus, yaitu patung Dewa/Raja, memakai sebuah tutup kepala yang berdiri tegap, tangan kanan dikepalkan disamping dan kaki kirinya dilangkahkan kedepan. 
  • Patung kore, yaitu patung Dewi/Ratu yang memiliki ciri – ciri sama seperti kourus, tetapi hanya kaki kirinya tidak melangkah dan berpakain lengkap. Patung dalam bentuk lain disebut Sphynx, yaitu patung berkepala Raja berbadan singa 



Seni relief / Lukis Mesir Kuno
Ditemukan pada peti mati, lembaran papyrus, dan juga dinding. Kesan yang ditampilkan bersifat dekoratifilustratif dan bersifat simbolis. Sedangkan cara menggambar objeknya yaitu: 
  • Bersifat ideoplastis, yaitu mengungkapkan apa yang dipikirkan dan bukan yang dilihat sebenarnya.
  • Menggunakan prespektif batin, artinya menggambarkan besar kecilnya suatu objek bukan ditentukan oleh jarak pandang saja melainkan dari martabat orang yang digambarkan. Contohnya gambar seorang Raja lebih besar dari pada rakyatnya 

Seni Musik dan Seni ari Mesir Kuno
Sesuai dengan perkembangan kebudayaan mereka pun pada masa itu sudah mengenal seni musik dan tari. Hal ini berdasarkan pahatn mereka (relief) pada dinding bangunan. Diantaranya terdapat beberapa adegan yang sedang memainkan sebuah suling dan harva serta adegan tari-arian ritual sesuai dengan kepercayaannya pada saat itu.

2. Kesenian Mesopotamia 


Mesopotamia adalah suatu daratan yang terletak diantara sungai Efrat dan sungai Tigris. Masyarakat disana hidup dengan kemakmuran sehingga kebudayaan dapat berkembang dengan sangat baik, telah mengenal berbagai ilmu pengetahuan dan tulisan yang disebut dengan tulisan Paku. Daerah ini juga merupakan lalu lintas yang sangat ramai dan sering dijadikan sebagai sasaran invansi oleh berbagai bangsa, diantaranya bangsa Sumeria, Asiria, Babilonia, dan Persia. Masyarakat Mesopotamia tidak mengenal kultus kematian sehingga sangat jarang ditemukan makam sebagai bentuk arsitektur yang memiliki ciri khas. Keseniannya lebih bersifat duniawi, namun sisa – sisa dari peninggalannya tidak sampai ke jaman kita karena beberapa hal, yaitu: 
  • Mengunakan bahan yang tidak tahan lama seperti batu bata.
  • Sering terjadinya bencana banjir
  • Masyarakatnya bersifat vandalis atau perusak karena sering terjadi perebutan kekuasaan  


Seni Bangunan Mesopotamia - Istana
Seni bangunan ini memiliki ciri – ciri menggunakan konstruksi berbentuk lengkung tong tanpa menggunakan tiang. Pada bagian pintu gerbang terdapat patung penjaga Ambang, yaitu patung berkepala Raja dan berbadan banteng dan memiliki sayap. Contohnya istana Sargon II di Khorzabad

  • Ziggurat, yaitu mirip seperti menara bertingkat dan berbentuk kerucut yang berfungsi sebagai banguan suci. 
  • Stele, yaitu sejenis tugu batu yang permukaannya diberi relief yang menceritakan tentang suatu peristiwa, contohnya Stele Hamurabi.


Seni Patung
Seni patung ini memiliki ciri – cirinya sebagai berikut: 
  • Patung Sumeria, tubuh kaku otot dilebih – lebihkan dan kepalanya bulat. 
  • Ptung Asiria, bentuk matanya diperbesar, dekoratif, dan dengan raut muka mengesankan kekerasan. 
  • Patung Babilonia, bersikap tenang seolah – olah sedang menjalankan tugas keagamaan. 

Seni relief 
Seni reliefnya memiliki ciri - ciri sebagai berikut:
  • Relief Babilonia, bertemakan tentang keagamaan.
  • Relief Asiria, bertemakan tentang kekerasan.


3. Kesenian India 

Kebudayaan purba India ini berkembang sekitar tahun 3000 SM di lembah sungai Indus – Pakistan. Dari beberapa hasil temuan menunjukan suatu bentuk kebudayaan yang bermutu sangat tinggi. Namun masih belum memberikan sebuah gambaran secara lengkap tentang peninggalannya, karena masih belum banyak ditemukan peninggalan – peninggalanya antara lain: 

Seni bangunan
Contohnya reruntuhan bangunan yang ditemukan di dua kota lama yaitu Mahenjo – Daro dan Harapa, menggunakan batu bata, penempatan bangunannya menggunakan dengan sistem sentral dan sudah ada bangunan yang bertingkat

Seni patung
Berbaga naturalis dan stilasi terbuat dari batu logam dan kayu

Seni relief
Berupa material piktegraf dari lempengan tanah liat yang diberi gambar binatang badak, lembu atau singa dan beberapa tulisan yang sampai sekarang masih belum bisa dibaca


Kemudian sejak munculnya ajaran Hindu – Budha maka berkembang kebudayaan yang memiliki corak khusus. Bentuk keseniannya mengarah kepada gaya perlambangan atau simbolisme dengan berpedoman pada sebuah buku seni yang disebut “Silfa Sastra”, maka peninggalan – peninggalan itu adalah;

Seni Banguanan India 
  • Stamba contohnya Tugu Asoka, berfungsi sebagai media penyebaran ajaran Budha 
  • Stupa sepertio caitya, berfungsi sebagai lambang ajaran Budha 
  • Kuil Budha contohnya Chaitya Griha, merupakan bangunan tempat meditasi para pendeta Budha 

Seni Patung India 
Ketika masyarakat Budha masih bersifat Ai-Iconis yaitu tidak mengenal patung sebagai suatu media pemujaan, maka Budha hanya diwujudkan dalam bentuk perlambangan saja, seperti Cakra Budha, Tahta Budha, atau Telapak Kaki Budha. Kemudian setelah India mendapat pengaruh dari kesenian Yunani-Romawi, kemudian barulah Budha diwujudkan dalam bentuk sebuah patung manusia dengan ciri – ciri masih  dengan memperlihatkan gaya seni patung Yunani yaitu Dewi Apolo

Ciri – ciri patung india yaitu: bergaya realis, bermuka lonjong, berambut bergelombang dan sikap duduk kaki berjuntai. Pada perkembangan selanjutnya, seni patung India sudah memperlihatkan ciri khasnya, yaitu raut muka seperti orang India, duduk bersila dan sikap tangan tertentu yang memiliki atri yang disebut Mujra. 

Seni Lukis dan Seni Relief India 
Peninggalan seni relief India berada pada dinding di dalam biara – biara dengan menggunakan teknik fresco yaitu melukis yang dikerjakan ketika dindingnya masih basah sedangkan seni reliefnya banyak terdapat pada dinding – dinding candi Hindu. 



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Populer Hari Ini