Cara Penulisan Rumus Serta Reaksi Kimia Yang Baik dan Benar

7:51:00 AM
TAMBANGILMU.COM - Dalam belajar tentang kimia, harus lah kita tahu tentang unsur-unsur kimia yang terkandung di dalamnya. Kita juga harus dan mampu tahu bagaimana cara penulisan rumus yang benar dari reaksi-reaksi kimia yang terbentuk dari penggabungan beberapa unsur. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang cara penulisan rumus serta reaksi kimia yang benar menurut para ahli yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. 

Rumus kimia adalah rumus yang digunakan untuk menyatakan lambang atom dan jumlah atom unsur yang menyusun senyawa. Rumus kimia disebut juga rumus molekul, karena penggambaran yang nyata dari jenis dan jumlah atom unsur penyusun senyawa yang bersangkutan. 


CARA PENULISAN RUMUS KIMIA

1. Rumus kimia untuk molekul unsur monoatomik. Rumus kimia ini merupakan lambang atom unsur itu sendiri. Karena penulisan rumus atomnya hanya menggambarkan atom itu sendiri maka disebut dengan Mono. Contoh : Fe, Cu, He, Ne, Hg. 

2. Rumus kimia untuk molekul unsur diatomik. Rumus kimia ini merupakan penggabungan dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan. Karena penulisan rumus atomnya merupakan penggabungan atom yang sama maka disebut Di. Contoh : H2 (dihidrogen), O2 (dioksida), N2, Cl2, Br2, I2. 

3. Rumus kimia untuk molekul unsur poliatomik. Rumus kimia ini merupakan rumus dari penggabungan lebih dari dua atom unsur yang sejenis dan saling berikatan. Karena penulisan rumus atomnya merupakan penggabungan banyak atom yang sama maka disebut Poli. Contoh : O3, S8, P4.


4. Rumus kimia untuk molekul senyawa ion. Merupakan rumus kimia yang dibentuk dari penggabungan antar atom yang bermuatan listrik, yaitu ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ion positif sendiri terbentuk karena terjadinya pelepasan elektron (Na+, K+, Mg2+), sedangkan ion negatif sendiri terbentuk karena penangkapan elektron (Cl-, S2-, SO42-). Penulisan rumus kimia senyawa ion dapat dinyatakan sebagai berikut :
  • Penulisan diawali dengan ion positif (kation) diikuti ion negatif (anion). 
  • Pada kation dan anion diberi indeks, sehingga didapatkan suatu senyawa yang bersifat netral (jumlah muatan (+) = jumlah muatan (-)).
Bentuk umum penulisannya sebagai berikut: 
  • Na+ dengan Cl- membentuk NaCl. 
  • Mg2+ dengan Br- membentuk MgBr2. 
  • Fe2+ dengan SO42- membentuk FeSO4. 

5. Rumus kimia untuk senyawa biner nonlogam dengan nonlogam. Untuk penulisan rumus kimia ini didasarkan pada kecenderungan atom yang bermuatan positif diletakkan di depan, sedangkan kecenderungan atom yang bermuatan negatif diletakkan di belakang menurut urutan atom berikut ini.

B – Si – C – S – As – P- N – H – S – I – Br – Cl – O – F

Contoh : CO2, H2O, NH3. 

6. Rumus kimia senyawa organik. Rumus ini juga menunjukkan jenis dan jumlah atom sebagai penyusun senyawa organik yang berdasarkan gugus fungsi masing – masing senyawa. Contoh :

  • CH3COOH : asam asetat 
  • CH4 : metana (alkana) 
  • C2H5OH : etanol (alkohol) 

7. Rumus kimia untuk senyawa anhidrat. Anhidrat sendiri merupakan sebutan bagi garam tanpa air kristal (kehilangan molekul air kristalnya) atau H2O. Contoh :

  • CaCl2 anhidrous atau CaCl2.2H2O. 
  • CuSO4 anhidrous atau CuSO4.5H2O. 

8. Rumus kimia untuk senyawa kompleks. Penulisan rumus senyawa dan ion kompleks harus ditulis dalam sebuah kurung siku [...]. Contoh :

  • Na2[MnCl4]
  • [Cu(H2O)4](NO3)2 
  • K4[Fe(CN)6] 



RUMUS EMPIRIS, STRUKTUR, DAN BENTUK MOLEKUL 

RUMUS EMPIRIS merupakan rumus kimia yang digunakan untuk menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana (bilangan bulat terkecil) dari atom – atom penyusun senyawa. Contoh :

  • C12H22O11 (gula) 
  • CH2O (glukosa) 
  • C2H6O (alkohol) 
  • CHO2 (asam oksalat) 

RUMUS STRUKTUR merupakan rumus kimia yang menggambarkan posisi atom dan jenis ikatan antar atom pada molekul. Rumus struktur dituliskan sebagai berikut:

  • CH3CH3 
  • CH3COOH 

RUMUS BANGUN/BENTUK MOLEKUL adalah rumus kimia yang menggambarkan suatu kedudukan atom secara geometri/ tiga dimensi dari suatu molekul.


CARA PENULISAN REAKSI KIMIA

Di bawah ini adalah pembahasan tentang persamaan reaksi kimia, contoh dari persamaan reaksi kimia, penyetaraan reaksi kimia, penyetaraan reaksi redoks, dan cara menyetarakan persamaan reaksi kimia.

Cara pemaparan dari reaksi kimia disebut dengan persamaan reaksi kimia. Secara sederhana persamaan reaksi kimia dapat dinyatakan dengan rumus seperti berikut ini.


Tanda panah dibacanya bereaksi menjadi. Zat-zat yang berada di sebelah kiri tanda panah disebut sebagai pereaksi atau reaktan, sedangkan zat-zat yang di sebelah kanan tanda panah adalah hasil reaksi atau produk.


Contoh Persamaan Reaksi Kimia

Perhatikan contoh persamaan reaksi kimia di bawah ini!


Jumlah materi yang berada di belakang tanda panah harus seimbang atau setara dengan yang berada di depan panah, tanpa mengubah atau menambah nama zatnya dan rumus kimianya.

Zat CO dan H2O bertindak sebagai reaktan. CO2 dan H2 bertindak sebagai produk. Jumlah C di kiri dan di kanan, satu buah berarti setara. Jumlah unsur O di kiri dan di kanan pun sama yaitu dua buah, berarti sudah setara. Jumlah unsur H yaitu dua buah di kiri dan di kanan yang berarti setara.

Pada suatu reaksi kimia itu tidak ada sebuah penambahan zat, namun hanya mengubah komposisi kimia zat-zat dari yang kompleks menjadi lebih sederhana, atau sebaliknya yaitu mengubah zat-zat yang sederhana menjadi zat-zat yang lebih kompleks. Dari semua hal tersebut dapat dinyatakan persamaan reaksi kimia itu sudah benar.

Dalam penerapan sehari-hari, para ahli kimia dalam membuat sebuah persamaan reaksi kimia akan mencantumkan wujud zat dengan singkatan dalam tanda kurung di belakang rumus kimia zat yang bersangkutan.


Perhatikan contoh penggunaan singkatan wujud zat dalam kurung pada reaksi kimia di bawah ini.


Artinya logam barium padat bereaksi dengan air yang cair menghasilkan larutan barium hidroksida dan gas hidrogen .





Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Populer Hari Ini