Perkembangan dan Peninggalan Kesenian Negeri Timur Lengkap

12:49:00 PM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Jauh sebelum dimulai perhitungan tahun masehi, dibeberapa tempat di daerah timur sudah memperlihatkan suatu kebudayaan yang bermutu tinggi. Dan sangat berpengaruh baik di timur ataupun di daerah barat. Pada awal perkembangannya kesenian timur berpusat di Mesir, Mesopotamia dan India (lembah sungai Indus). Ketiga daerah ini menampilkan bentuk seni yang memiliki sesuatu yang menjadi ciri khas masing – masing sesuai dengan kepercayaan, pandangan hidup dan tradisinya. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang perkembangan dan peninggalan kesenian negeri timur yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


1. Kesenian Mesir Kuno 

Daerah sekitar aliran sungai Nil merupakan suatu daerah pertanian yang subur yang dapat memberikan kemakmuran kepada rakyat-rakyatnya, dengan itu Mesir dapat mengembangkan kebudayaanya dengan baik. Sejak dahulu mereka sudah mengenal kesenian, ilmu pengetahuan, dan sudah mengenal jenis tulisan yang disebut dengan Hirogli. Bangsa Mesir juga mempunyai kepercayaan dengan berbagai kultus atau pemujaan, yaitu kultus kematian, kultus Raja dan kultus Dewa, merekapun termasuk penganut Polytheisme (banyak Dewa), seperti Dewa Osiris, Dewi Hather, Dewa Hours, Dewa Amon, Dewa Isis, dan sebaginya. Dari kegiatan – kegiatan kepercayaan itulah muncul seni Mesir yang bersifat sakral, penuh dengan hal-hal magis dan misteri, mulai dari pembuatan mumi, seni patung, seni lukis sampai pada bangunan – bangunan yang monumental dan raksasa. Terutama seni bangunan dan seni patung yang dibuat dari batu kapur serta batu granit. Sehingga peninggalan – peninggalannya masih bisa kita saksikan sampai sekarang, seperti:

Seni Bangunan (bangunan makan dan kuil)
Bangunan makam yang disebut piramid dibangun dari susunan batu kapur berbentuk limas segi empat yang didalamnya terdapat gang – gang / lorong menuju ke kamar Raja (Mummi Firaon), kamar premaisuri dan kamar harta. Salah satu Piramid yang terkenal adalah piramid Khufu di Ghizah yang dianggap sebagi suatu keajaiban dunia. Bangunan kuil di Mesir ada dua jenis, yaitu;
  • Kuil Lapangan, contohnya seperti Kuil Amon Re di Karnak
  • Kuil Korokan atau kuil yang dipahatkan pada suatu bukit karang, contohnya kuil Ramses II di Abu Simbel 


Seni Patung
Berdasarkan sikap tubuhnya, patung Mesir dibedakan menjadi: 
  • Patung Kourus, yaitu patung Dewa/Raja, memakai sebuah tutup kepala yang berdiri tegap, tangan kanan dikepalkan disamping dan kaki kirinya dilangkahkan kedepan. 
  • Patung kore, yaitu patung Dewi/Ratu yang memiliki ciri – ciri sama seperti kourus, tetapi hanya kaki kirinya tidak melangkah dan berpakain lengkap. Patung dalam bentuk lain disebut Sphynx, yaitu patung berkepala Raja berbadan singa 



Seni relief / Lukis Mesir Kuno
Ditemukan pada peti mati, lembaran papyrus, dan juga dinding. Kesan yang ditampilkan bersifat dekoratifilustratif dan bersifat simbolis. Sedangkan cara menggambar objeknya yaitu: 
  • Bersifat ideoplastis, yaitu mengungkapkan apa yang dipikirkan dan bukan yang dilihat sebenarnya.
  • Menggunakan prespektif batin, artinya menggambarkan besar kecilnya suatu objek bukan ditentukan oleh jarak pandang saja melainkan dari martabat orang yang digambarkan. Contohnya gambar seorang Raja lebih besar dari pada rakyatnya 

Seni Musik dan Seni ari Mesir Kuno
Sesuai dengan perkembangan kebudayaan mereka pun pada masa itu sudah mengenal seni musik dan tari. Hal ini berdasarkan pahatn mereka (relief) pada dinding bangunan. Diantaranya terdapat beberapa adegan yang sedang memainkan sebuah suling dan harva serta adegan tari-arian ritual sesuai dengan kepercayaannya pada saat itu.

2. Kesenian Mesopotamia 


Mesopotamia adalah suatu daratan yang terletak diantara sungai Efrat dan sungai Tigris. Masyarakat disana hidup dengan kemakmuran sehingga kebudayaan dapat berkembang dengan sangat baik, telah mengenal berbagai ilmu pengetahuan dan tulisan yang disebut dengan tulisan Paku. Daerah ini juga merupakan lalu lintas yang sangat ramai dan sering dijadikan sebagai sasaran invansi oleh berbagai bangsa, diantaranya bangsa Sumeria, Asiria, Babilonia, dan Persia. Masyarakat Mesopotamia tidak mengenal kultus kematian sehingga sangat jarang ditemukan makam sebagai bentuk arsitektur yang memiliki ciri khas. Keseniannya lebih bersifat duniawi, namun sisa – sisa dari peninggalannya tidak sampai ke jaman kita karena beberapa hal, yaitu: 
  • Mengunakan bahan yang tidak tahan lama seperti batu bata.
  • Sering terjadinya bencana banjir
  • Masyarakatnya bersifat vandalis atau perusak karena sering terjadi perebutan kekuasaan  


Seni Bangunan Mesopotamia - Istana
Seni bangunan ini memiliki ciri – ciri menggunakan konstruksi berbentuk lengkung tong tanpa menggunakan tiang. Pada bagian pintu gerbang terdapat patung penjaga Ambang, yaitu patung berkepala Raja dan berbadan banteng dan memiliki sayap. Contohnya istana Sargon II di Khorzabad

  • Ziggurat, yaitu mirip seperti menara bertingkat dan berbentuk kerucut yang berfungsi sebagai banguan suci. 
  • Stele, yaitu sejenis tugu batu yang permukaannya diberi relief yang menceritakan tentang suatu peristiwa, contohnya Stele Hamurabi.


Seni Patung
Seni patung ini memiliki ciri – cirinya sebagai berikut: 
  • Patung Sumeria, tubuh kaku otot dilebih – lebihkan dan kepalanya bulat. 
  • Ptung Asiria, bentuk matanya diperbesar, dekoratif, dan dengan raut muka mengesankan kekerasan. 
  • Patung Babilonia, bersikap tenang seolah – olah sedang menjalankan tugas keagamaan. 

Seni relief 
Seni reliefnya memiliki ciri - ciri sebagai berikut:
  • Relief Babilonia, bertemakan tentang keagamaan.
  • Relief Asiria, bertemakan tentang kekerasan.


3. Kesenian India 

Kebudayaan purba India ini berkembang sekitar tahun 3000 SM di lembah sungai Indus – Pakistan. Dari beberapa hasil temuan menunjukan suatu bentuk kebudayaan yang bermutu sangat tinggi. Namun masih belum memberikan sebuah gambaran secara lengkap tentang peninggalannya, karena masih belum banyak ditemukan peninggalan – peninggalanya antara lain: 

Seni bangunan
Contohnya reruntuhan bangunan yang ditemukan di dua kota lama yaitu Mahenjo – Daro dan Harapa, menggunakan batu bata, penempatan bangunannya menggunakan dengan sistem sentral dan sudah ada bangunan yang bertingkat

Seni patung
Berbaga naturalis dan stilasi terbuat dari batu logam dan kayu

Seni relief
Berupa material piktegraf dari lempengan tanah liat yang diberi gambar binatang badak, lembu atau singa dan beberapa tulisan yang sampai sekarang masih belum bisa dibaca


Kemudian sejak munculnya ajaran Hindu – Budha maka berkembang kebudayaan yang memiliki corak khusus. Bentuk keseniannya mengarah kepada gaya perlambangan atau simbolisme dengan berpedoman pada sebuah buku seni yang disebut “Silfa Sastra”, maka peninggalan – peninggalan itu adalah;

Seni Banguanan India 
  • Stamba contohnya Tugu Asoka, berfungsi sebagai media penyebaran ajaran Budha 
  • Stupa sepertio caitya, berfungsi sebagai lambang ajaran Budha 
  • Kuil Budha contohnya Chaitya Griha, merupakan bangunan tempat meditasi para pendeta Budha 

Seni Patung India 
Ketika masyarakat Budha masih bersifat Ai-Iconis yaitu tidak mengenal patung sebagai suatu media pemujaan, maka Budha hanya diwujudkan dalam bentuk perlambangan saja, seperti Cakra Budha, Tahta Budha, atau Telapak Kaki Budha. Kemudian setelah India mendapat pengaruh dari kesenian Yunani-Romawi, kemudian barulah Budha diwujudkan dalam bentuk sebuah patung manusia dengan ciri – ciri masih  dengan memperlihatkan gaya seni patung Yunani yaitu Dewi Apolo

Ciri – ciri patung india yaitu: bergaya realis, bermuka lonjong, berambut bergelombang dan sikap duduk kaki berjuntai. Pada perkembangan selanjutnya, seni patung India sudah memperlihatkan ciri khasnya, yaitu raut muka seperti orang India, duduk bersila dan sikap tangan tertentu yang memiliki atri yang disebut Mujra. 

Seni Lukis dan Seni Relief India 
Peninggalan seni relief India berada pada dinding di dalam biara – biara dengan menggunakan teknik fresco yaitu melukis yang dikerjakan ketika dindingnya masih basah sedangkan seni reliefnya banyak terdapat pada dinding – dinding candi Hindu. 



Pengertian Musik dan Aliran-Alirannya Lengkap

6:40:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Di dalam hidup ini akan menjadi sepi apabila tidak ada yang namanya musik. Musik adalah salah satu hal yang memberi warna pada hari hari yang dijalani. musik sendiri memiliki banyak makna tergantung bagaimana orang menerimanya. Musik memiliki banyak manfaat salah satunya adalah sebagai penenang ketika sedang ada masalah. Untuk mengenal lebih jauh tentang musik, maka pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian musik dan aliran-alirannya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PENGERTIAN MUSIK

Musik adalah suatu bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: 
  • Bunyi atau kesan terhadap sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera pendengar. 
  • Suatu karya seni dengan unsur pokok dan pendukungnya. 
  • Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai sebuah musik. 
Menurut beberapa orang musik tidak mempunyai wujud sama sekali. Namun musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme dalam diri setiap manusia.


ALIRAN-ALIRAN MUSIK

Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengelompokan musik seperti ini, meskipun kadang-kadang merupakan sesuatu yang subjektif, namun pada dasarnya merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik di seluruh dunia. Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik ini mengalami perkembangan yang amat pesat. Banyak jenis musik baru terlahir dan berkembang.

Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak untuk didengar oleh telinga. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb.

Ada juga genre hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang populer, banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, The Killers, Bloc Party, The Bravery dan masih banyak lagi.

Bahkan saat ini banyak grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik jazz, rock, dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah grup Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock. 



1. Musik Klasik

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berawal dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, serta musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21. Musik klasik Eropa dapat dibedakan dari bentuk musik non-Eropa dan musik populer terutama oleh sistem notasi pada musiknya, yang telah digunakan sejak sekitar abad ke-16. Notasi pada musik barat digunakan oleh beberapa komponis untuk memberi petunjuk kepada pembawa musik mengenai tinggi nada, metrum, ritme individual, kecepatan, dan pembawaan tepat suatu karya musik.

Hal tersebut membatasi adanya praktik-praktik seperti sebuah improvisasi dan ornamentasi yang sering didengar dalam musik non-Eropa jika dibandingkan dengan musik klasik India dan musik tradisional di Jepang, maupun dengan musik populer. Sejak abad ke-2 dan abad ke-3 sebelum Masehi, di Tiongkok dan Mesir ada musik yang memiliki bentuk khusus. Dengan mendapat pengaruh dari Babilon dan Mesir, kemudian berkembanglah musik Hibrani yang dikemudian hari berkembang menjadi musik Gereja

Musik itu kemudian disenangi oleh masyarakat karena pemain-pemain musik yang mengembara sambil menyanyikan lagu yang dipakai pada upacara Gereja. Musik itu tersebar di seluruh Eropa kemudian tumbuh dan berkembang serta musik instrumental menjadi maju dengan pesat setelah ada perbaikan pada alat-alat musik tersebut, misalnya cello dan biola. Kemudian timbulah alat musik Orgel. Komponis besar muncul di Italia, Jerman, Prancis, dan Rusia.

Dalam abad ke-19, rasa kebangsaan mulai bangun kemudian berkembang. Oleh karena itu perkembangan musik menjadi pecah menurut kebangsaannya masing-masing, meskipun pada awalnya sama-sama bergaya Romantik. Mulai abad 20, Prancis menjadi pelopor dengan aliran musik Impresionistis yang segera diganti dengan aliran musik Ekspresionistis


2. LAGU DAERAH

Lagu daerah atau musik daerah atau lagu kedaerahan, adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer yang dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias anonim. Lagu kedaerahan merupakan lagu yang mirip dengan lagu kebangsaan, namun statusnya hanya bersifat kedaerahan saja. Lagu kedaerahan biasanya memiliki lirik sesuai dengan bahasa daerahnya masing-masing seperti Rasa Sayange dari Maluku dan Manuk Dadali dari Jawa Barat.

Lagu daerah atau musik daerah ini biasanya muncul dan dinyanyikan atau dimainkan pada tradisi-tradisi tertentu pada masing-masing daerah, misal pada saat menidurkan anak, permainan anak-anak, pesta rakyathiburan rakyat, perjuangan rakyat, dan lain sebagainya. Lagu kedaerahan biasanya merujuk kepada sebuah lagu yang mempunyai sebuah irama khusus bagi suatu daerah.

Terdapat lagu-lagu kedaerahan yang telah menjadi popular diseluruh negara hasil penyiaran oleh radio dan televisi. Sedangkan maksud dari musik tersebut adalah untuk mempersatukan persepsi antara pemikiran seniman dan masyarakat tentang usaha bersama dalam mengembangkan dan melestarikan seni musik tradisional. Menjadikan musik tradisional tersebut sebagai perbendaharaan seni di dalam masyarakat sehingga musik tradisional lebih menyentuh pada sektor komersial umum. 

Kegiatan ini diharapkan mampu memberi kontribusi bagi peserta dan juga kepada masyarakat luas sehingga musik tradisional tersebut  dapat berperan sebagai hiburan untuk menjalankan bisnis para pengusaha. 


3. MUSIK TRADISIONAL

Musik tradisional adalah musik yang hidup di tengah masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Tiga komponen yang saling memengaruhi diantaranya Senimanmusik itu sendiri dan masyarakat penikmatnya. Musik Tradisional juga adalah jenis musik yang berkembang secara tradisional di kalangan suku-suku tertentu. Blues, Jazz, Country, Rock, Pop, RnB, dan Musik keagamaan seperti Gambus, Kasidah, Nasyid. 


4. MUSIK POPULER

Musik populer atau Musik pop adalah nama bagi aliran-aliran musik yang didengar luas oleh para pendengarnya dan kebanyak bersifat musik komersial. Musik populer pertama kali berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1920 di mana rekaman pertama kali dibuat berdasarkan penemuan oleh Thomas Edison, musik tersebut dibedakan dengan Musik Klasik, Musik Jazz, Musik Tradisional, Musik Blues, kemudian juga berkembang ke negara-negara lain sedunia. 


5. MUSIK DUNIA

Musik dunia adalah sebutan bagi aliran musik yang bukan termasuk ke dalam musik populer dan musik klasik, serta mempunyai elemen "etnik". Umumnya yang termasuk ke dalam kategori ini adalah musik-musik rakyat Eropa atau folk song dan musik dari negara-negara dunia ketiga.



Sejarah Perkembangan Internet Lengkap

7:49:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat fenomenal dan menjadi sebuah awal munculnya aplikasi web adalah Internet.

Internet yang bermula dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Berkaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang sejarah perkembangan  internet yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


SEJARAH INTERNET

Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad untuk mengembangkan sebuah jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet, pada tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik. Perkembangan yang amat besar pada Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. 

Packet switching adalah suatu pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang pada masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salah satu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Packet switching juga memungkinkan jaringan tersebut dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan telepon yang membutuhkan jalur khusus untuk melakukan koneksi.

Maka ketika ARPANET menjadi satu-satunya jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai suatu metode komunikasi yang menggantikan circuit switching yang sebelumnya digunakan pada sambungan telepon publik.

Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat dalam sejarah internet adalah pengembangan pada lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan saat ini adalah TCP/IP atau Transmission Control Protocol/ Internet Protocol


Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol tersebut dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan sebuah protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal tersebut yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk sebuah jaringan raksasa bahkan sekarang ini telah menjangkau seluruh dunia.

Jaringan dengan menggunakan sebuah protokol internet inilah yang disebut sebagai jaringan internet. Jaringan ARPANET berkembang menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, oleh karena itu semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP telah menjadi sebuah protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berinteraksi pada jaringan internet ini. 

Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Akhirnya aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi sebuah konten yang sangat dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan berbagai konten, serta dapat saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di dalam internet. Saat itulah pertumbuhan pengguna internet meroket

Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dalam dunia komunikasi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Beberapa penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan berkemampuan dari pada alat-alat sebelumnya. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, serta sebagai sebuah media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi kondisi geografis.

Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah berhenti dan komitmen untuk melakukan suatu riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas akademik telah bekerjasama berupaya untuk mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini. 


ASPEK PERKEMBANGAN INTERNET

Sejarah perkembangan intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu :

1. Adanya aspek evolusi pada teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) hingga ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan suatu wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala, performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi. 

2. Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan infrastruktur secara global dan kompleks. 

3. Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan teknologi ini menjadi lebih maju. 

4. Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang menyebabkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Saat ini Internet sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut sebagai “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di negara Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Pengaruhnya tidak hanya terhadap pada bidang teknik komunikasi komputer saja namun juga dapat berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan bermacam alat bantu on line untuk mencapainya.



Demikian penjelasan tentang Sejarah Perkembangan Internet Lengkap. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Pengertian Antropologi Menurut Ahli dan Cabang Ilmu Atropologi Legkap

10:26:00 PM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Pada kesempatan kali ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian antropologi menurut ahli dan cabang ilmu antropologi yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. 

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi secara etimologis berasal dari kata Yunani, anthropos berarti manusia dan logos berarti ilmu

Antropologi mempelajari manusia sebagai mahkluk biologis, dan sebagai makhluk sosial. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat, kebudayaan, suku bangsa dan perilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan, untuk membangun suatu sistem masyarakat itu sendiri.

Antropologi mencoba untuk mencari sebuah jawaban siapakah dan apakah manusia itu meski tidak dapat didefinisikan secara terbatas. Bila dikaitkan dengan keragaman etnis yang ada di Indonesia, antropologi sangat bermanfaat untuk dapat memahami kemajemukan atau perbedaan yang terdapat pada masyarakat Indonesia sehingga menimbulkan rasa persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air.


PENGERTIAN ANTROPOLOGI

Berikut adalah beberapa pengertian dari Antropologi:

Keesing (1981), Antropologi adalah kajian tentang manusia. 

Haviland (1985), Antropologi adalah suatu studi tentang manusia dan perilakunya dan melaluinya diperoleh pengertian lengkap tentang keanekaragaman manusia. 

Kamus Antropologi dan Ariyono Suyono (1985), Antropologi adalah suatu ilmu yang berusaha untuk mencapai pengertian tentang makhluk manusia dengan cara mempelajari aneka warna, bentuk fisik, kepribadian, masyarakat serta kebudayaannya. 

Prof Harsojo, Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang umat manusia sebagai mahkluk masyarakat, terutama pada sifat-sifat khusus badani dan cara-cara produksi, tradisi-tradisi dan nilai-nilai yang membuat pergaulan hidup menjadi berbeda dari yang satu dengan lainnya. 

Koentjaraningrat (1990), Ilmu antropologi memperhatikan lima buah masalah mengenai makhluk hidup yaitu :
  • Masalah pada perkembangan manusia sebagai makhluk biologis  
  • Masalah pada sejarah terjadinya aneka bentuk makhluk manusia, dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya.
  • Masalah pada sejarah asal, perkembangan, serta penyebaran berbagai macam bahasa di seluruh dunia. Masalah persebaran dan terjadinya keanekaragaman kebudayaan manusia di seluruh dunia. 
  • Masalah pada dasar-dasar dan keanekaragaman kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat-masyarakat dan suku bangsa yang tersebar di seluruh penjuru bumi pada zaman sekarang ini. 




FASE-FASE PERKEMBANGAN ILMU ANTROPOLOGI



Fase I (Sebelum 1800) 

Sejak akhir abad ke-15 dan awal abad 16, orang Eropa barat mendatangi suku bangsa pribumi Asia, Afrika, dan Amerika. Dari merekalah diperoleh beberapa bahan pengetahuan berupa deskripsi tentang adat istiadat, bahasa dan ciri-ciri fisik dari beraneka warna suku bangsa yang kesusunan masyarakat, mudian dikenal dengan istilah etnografi. 

Pada masa itu muncul pandangan orang eropa terhadap suku bangsa di luar Eropa yaitu : 

  • Sebagian dari orang eropa memandang bahwa bangsa-bangsa itu bukan manusia yang sebenarnya; bahwa mereka manusia liar, atau turunan iblis. Dengan begitu timbullah istilah seperti savages, primitive.
  • Sebagian dari orang eropa memandang bahwa masyarakat bangsa-bangsa itu adalah contoh dari masyarakat yang masih murni, atau yang belum kemasukan kejahatan dan keburukan seperti yang pada masyarakat bangsa-bangsa eropa barat waktu itu. 
  • Sebagian dari orang eropa tertarik akan adat-istiadat yang terbilang aneh, dan mulai mengumpulkan benda-benda kebudayaan suku bangsa. 



Fase II (Pertengahan abad ke-19) 

Timbul karangan-karangan yang menyusun bahwa etnografi tersebut adalah berdasarkan cara berpikir dari evolusi masyarakat sehingga terjadi pengklasifikasian pada keanekaragaman kebudayaan di dunia dalam tingkat-tingkat evolusi tertentu maka timbullah ilmu antropologi sebagai ilmu yang akademikal yaitu ilmu yang mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapatkan pengertian tentang tingkat-tingkat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia tersebut. 


Fase III (Permulaan abad ke-20)  

Sebagian dari bangsa negara-negara di Eropa berhasil mencapai kemantapan kekuasaan di daerah luar Eropa. Antropologi menjadi sebuah ilmu yang praktis dan bertujuan untuk mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapatkan suatu pengertian tentang masyarakat masa kini yang lebih kompleks. 


Fase IV (Sesudah 1930) 

Timbulnya antipati terhadap kolonialisme sesudah Perang Dunia II sehingga antropologi memiliki: 
  1. Tujuan Akademikal yaitu untuk mencapai pengertian tentang mahkluk manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka bentuk fisik, masyarakat dan budaya.  
  2. Tujuan Praktikal yaitu untuk mempelajari manusia dalam Aneka warna masyarakat suku bangsa guna membangun masyarakat suku bangsa. 



CABANG ILMU ANTROPOLOGI


A. Antropologi Fisik 
  • Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang asal usul manusia serta evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil.  
  • Somatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik. 

B. Antropologi Budaya 
  • Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia dalam mengenal tulisan. 
  • Etnolinguistik antrologi adalah ilmu yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia / bumi. 
  • Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia pada kehidupan masyarakat suku bangsa yang ada di seluruh dunia. 
  • Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam sebuah proses perubahan dari adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang teguh pada konsep psikologi.

Di samping itu ada pula cabang ilmu antropologi terapan dan juga antropologi spesialisasi. Antropologi spesialisasi contohnya seperti antropologi politik, antropologi ekonomi, antropologi kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya. 


Sifat - Sifat Larutan dan Penjelasannya Lengkap

6:01:00 PM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Tahukah kamu bahwa sebagian besar bahan makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari bersifat asam, basa, atau garam? Pernahkah kamu makan semangkuk baso atau soto yang telah diberi cuka? Bagaimanakah rasa bakso yang telah diberi cuka tadi? Apakah cuka tersebut tergolong larutan asam? Apa ciri-ciri larutan yang bersifat asam, basa, atau garam? Bagaimana cara menguji suatu larutan itu tergolong asam, basa atau garam? Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang sifat-sifat larutan dan penjelasannya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.

Bagaimana rasa permen vitamin C atau kuah bakso yang diberi cuka? Tentu kamu akan menjawab rasanya masam. Pernahkah kamu mencicipi garam? Bagaimana rasanya? Bagaimanakah rasa jamu? Apakah rasanya pahit atau manis? Rasa pahit tersebut merupakan salah satu sifat zat yang bersifat basa. 

Memang, sejak zaman dahulu asam, basa, dan garam sudah dikenal, karena banyak bahan makanan atau minuman yang digunakan sehari-hari bersifat asam, basa atau garam. Istilah asam atau acid berasal dari bahasa Latin yaitu acetum yang berarti cuka. Zat utama dalam cuka adalah asam asetat. Basa atau alkali berasal dari bahasa Arab yang berarti abu.

Seperti halnya dengan sabun, basa bersifat kaustik (licin), selain itu basa juga bersifat alkali yaitu bereaksi dengan protein di dalam kulit sehingga sel-sel kulit akan mengalami suatu pergantian. Kita dapat mengenali asam dan basa dari rasanya. Namun, kita dilarang mengenali asam dan basa dengan cara mencicipinya karena cara tersebut bukan cara yang aman. Bagaimanakah cara mengidentifikasi asam dan basa yang baik dan aman? 

Kamu dapat mengenali asam dan basa dengan menggunakan indikator. Indikator adalah suatu bahan yang dapat bereaksi dengan asam, basa, atau garam sehingga menimbulkan perubahan warna. 



ASAM 

Setelah mengetahui jika asam merupakan salah satu penyusun dari berbagai macam bahan makanan serta minuman, misalnya keju, cuka, dan buah-buahan. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air akan melepaskan ion H+. Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H+ (ion hidrogen), sehingga rumus kimia pada asam akan selalu mengandung atom hidrogen. Lalu apa perbedaan antara ion, kation, dan anion? Ion adalah atom atau sekelompok atom yang bermuatan listrik. Kation adalah ion yang  memiliki muatan listrik positif. Adapun anion adalah ion yang memiliki muatan listrik negatif

Sifat khas lain dari asam adalah dapat bereaksi dengan berbagai bahan seperti marmer, logam, dan keramik. Reaksi antara asam dengan logam akan bersifat korosif. Contohnya, logam besi dapat bereaksi cepat dengan asam klorida (HCl) dan membentuk Besi (II) klorida (FeCl2). Berdasarkan asalnya, asam dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu asam organik dan asam anorganik. Asam organik umumnya bersifat korosif, asam lemah, dan banyak terdapat di alam. Asam anorganik umumnya bersifat asam kuat dan korosif. Karena sifat itulah, maka asam anorganik banyak digunakan di berbagai kebutuhan manusia. 


BASA (HIDROKSIDA)

Dalam keadaan murni, basa biasanya berupa kristal padat dan bersifat kaustik. Beberapa produk rumah tangga seperti obat maag (antacid), deodoran, dan sabun serta deterjen mengandung basa. Basa merupakan suatu senyawa yang jika dilarutkan dalam air (larutan) dapat melepaskan ion hidroksida (OH-). Oleh karena itu, semua rumus kimia basa biasanya mengandung gugus OH. Jika diketahui rumus kimia suatu basa, maka untuk memberi nama basa tersebut cukup dengan menyebut nama logam dan diikuti kata hidroksida.

Orang mengalami sakit perut disebabkan oleh meningkatnya asam lambung. Untuk menetralkan asam lambung (HCl) digunakan antacid. Antacid mengandung basa yang dapat menetralkan kelebihan asam lambung (HCl)


GARAM

Jika mendengar kata garam, pastilah yang terbayang adalah garam yang ada di dapur. Akan tetapi, garam dapur memang merupakan salah satu contoh garam. Umumnya zat-zat dengan sifat yang berlawanan, asam dan basa cenderung akan bereaksi dan membentuk zat baru. Bila larutan asam direaksikan dengan larutan basa, maka ion H+ dari asam akan bereaksi dengan ion OH- dari basa membentuk suatu molekul air yang disebut sebagai reaksi penetralan.

Ion-ion ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut dengan garam. Bila garam yang terbentuk mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada di dalam larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan bergabung dan membentuk suatu endapan. Jadi, reaksi asam dengan basa disebut juga sebagai reaksi penggaraman karena membentuk senyawa garam. 

Walaupun reaksi asam dengan basa disebut dengan reaksi penetralan, akan tetapi hasil reaksi (garam) tidak selalu bersifat netral. Sifat asam dan basa dari larutan garam bergantung pada kekuatan asam dan basa penyusunnya adalah netral disebut garam normal, sebagai contoh NaCl dan KNO3. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah kemudian bersifat asam disebut garam asam, contohnya adalah NH4 Cl. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat kemudian bersifat basa disebut garam basa, contohnya adalah CH3COONa. Contoh dari asam kuat yaitu HCl, HNO3, H2SO4. Adapun KOH, Ca(OH)2, dan NaOH termasuk basa kuat. 


LARUTAN ELEKTROLIT

Sebenarnya air murni adalah penghantar listrik yang buruk. Akan tetapi bila dilarutkan asam, basa, atau garam ke dalam air maka larutan ini dapat digunakan untuk menghantarkan arus listrik. Zat-zat yang larut dalam air dan dapat membentuk suatu larutan yang menghantarkan arus listrik dinamakan larutan elektrolit. Contohnya larutan garam dapur dan larutan asam klorida.

Zat yang tidak menghantarkan arus listrik dinamakan larutan nonelektrolit. Contohnya adalah larutan gula dan larutan urea. Untuk mengetahui suatu larutan dapat digunakan untuk menghantarkan arus listrik atau tidak, dapat diuji dengan alat penguji elektrolit. Alat penguji elektrolit sederhana terdiri dari dua buah elektroda yang dihubungkan dengan suatu sumber arus listrik searah dan dilengkapi dengan lampu, serta bejana yang berisi larutan yang akan diuji. 



Cara Mudah Membaca Tabel Periodik Unsur Kimia

1:14:00 PM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Pada abad ke-19 para ahli kimia mulai dapat menghitung massa atom secara akurat. Adanya kesamaan sifat yang ditemukan pada beberapa unsur menarik perhatian para ahli kimia untuk mulai mengelompokannya. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang cara mudah membaca tabel periodik unsur kimia yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. 


PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK 

Usaha pengelompokan unsur-unsur berdasarkan kesamaan sifat dilakukan agar unsur-unsur tersebut mudah dipelajari.


1. Triade Dobereiner 

Pada tahun 1829, Johan Wolfgang Dobereiner mempelajari sifat dari beberapa unsur yang telah temukan pada saat itu. Dobereiner melihat adanya kemiripan sifat di antara beberapa unsur, lalu mengelompokkan unsur-unsur tersebut menurut kemiripan sifatnya. Tiap kelompok terdiri dari tiga unsur sehingga disebut triade. Apabila unsur-unsur dalam satu triade disusun berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan nilai dari massa atomnya, maka unsur kedua merupakan rata-rata dari sifat dan massa atom dari unsur pertama dan ketiga.


2. Teori Oktaf Newland 

Pada tahun 1864, John Alexander Reina Newland menyusun daftar unsur yang jumlahnya sudah lebih banyak. Susunan Newland dapat menunjukkan bahwa apabila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka unsur pertama mempunyai kemiripan sifat dengan unsur kedelapan, lalu unsur kedua sifatnya mirip dengan unsur kesembilan, dan seterusnya. Penemuan Newland ini dinyatakan sebagai Hukum Oktaf Newland. Pada saat daftar Oktaf Newland disusun, unsur gas mulia (He, Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn) yang kita tahu saat ini belum ditemukan. Gas Mulia ditemukan oleh Rayleigh dan Ramsay pada tahun 1894. Unsur gas mulia yang pertama ditemukan ialah gas argon. Hukum Oktaf Newland hanya akan berlaku untuk unsur-unsur dengan massa atom yang rendah


3. Sistem Periodik Mendeleev 

Pada tahun 1869, tabel sistem periodik mulai disusun. Tabel sistem periodik ini merupakan hasil karya dari dua orang ilmuwan, yaitu Dmitri Ivanovich Mendeleev dari Rusia dan Julius Lothar Meyer dari Jerman. Mereka berkarya secara terpisah dan menghasilkan tabel yang serupa pada waktu hampir bersamaan. Mendeleev menyajikan buah hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia pada awal tahun 1869, dan tabel periodik Meyer baru muncul pada bulan Desember 1869. Mendeleev lah yang pertama kali mengemukakan tabel sistem periodik, oleh sebab itu ia dianggap sebagai penemu tabel sistem periodik yang sering disebut sebagai sistem periodik unsur pendek. Sistem periodik Mendeleev disusun atas kenaikan massa atom dan kemiripan sifat unsur. Sistem periodik Mendeleev pertama kali diterbitkan dalam jurnal ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871


Hal penting yang ada di dalam sistem periodik Mendeleev antara lain sebagai berikut: 
  1. Dua unsur yang berdekatan, massa atom relatifnya mempunyai selisih paling kurang dua atau satu satuan
  2. terdapat beberapa kotak kosong untuk unsur yang belum ditemukan, seperti 44, 68, 72, dan 100; 
  3. dapat meramalkan sifat unsur yang belum diketahui seperti ekasilikon; 
  4. dapat mengoreksi suatu kesalahan pengukuran massa atom relatif dari beberapa unsur, contohnya Cr = 52,0 bukan 43,3. 

Kelebihan sistem periodik Mendeleev :
  1. Sifat kimia dan fisika unsur yang ada dalam satu golongan mirip dan berubah secara teratur
  2. Nilai valensi tertinggi suatu unsur sama dengan nomor golongannya
  3. Dapat meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan pada saat itu dan telah mempunyai beberapa tempat yang kosong

Kekurangan sistem periodik Mendeleev:
  1. Panjang suatu periode tidak sama dan sebabnya tidak dijelaskan
  2. Beberapa unsur tidak disusun berdasarkan dai kenaikan nilai massa atomnya, contoh : Te (128) sebelum I (127). 
  3. Selisih dari massa unsur yang berurutan tidak selalu bernilai 2, tetapi berkisar antara 1 dan 4 sehingga sukar meramalkan nilai dari massa unsur yang belum diketahui secara tepat.
  4. Valensi unsur yang lebih dari satu sulit diramalkan dari golongannya. 
  5. Anomali atau penyimpangan unsur hidrogen dari unsur yang lain tidak dijelaskan di sistem periodik ini. 




4. Sistem Periodik Modern

Pada tahun 1914, Henry G. J. Moseley menemukan bahwa urutan dari unsur dalam tabel periodik sesuai dengan kenaikan nilai nomor atom unsur. Moseley berhasil menemukan sebuah kesalahan dalam tabel periodik Mendeleev, yaitu ada unsur yang terbalik letaknya. Penempatan Telurium dan Iodin yang sebelumnya tidak sesuai dengan kenaikan nilai massa atom relatifnya, ternyata sesuai dengan kenaikan dari nomor atomnya. Telurium mempunyai nomor atom 52 dan iodin mempunyai nomor atom 53. Sistem periodik modern bisa dikatakan sebagai suatu penyempurnaan dari sistem periodik Mendeleev. Sistem periodik modern dikenal juga sebagai sistem periodik bentuk panjang, disusun berdasarkan kenaikan nilai nomor atom dan kemiripan sifat. Dalam sistem periodik modern terdapat suatu lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut golongan


Jumlah periode dalam sistem periodik ada 7 dan diberi tanda dengan angka: 
  • Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan berisi sebanyak 2 unsur 
  • Periode 2 disebut sebagai periode pendek dan berisi sebanyak 8 unsur 
  • Periode 3 disebut sebagai periode pendek dan berisi sebanyak 8 unsur 
  • Periode 4 disebut sebagai periode panjang dan berisi sebanyak 18 unsur 
  • Periode 5 disebut sebagai periode panjang dan berisi sebanyak 18 unsur 
  • Periode 6 disebut sebagai periode sangat panjang dan berisi sebanyak 32 unsur, pada periode ini terdapat unsur Lantanida yaitu unsur dengan nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah 
  • Periode 7 disebut sebagai periode yang belum lengkap karena mungkin akan bertambah lagi jumlah unsur yang menempatinya, hingga saat ini berisi sebanyak 24 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut Aktinida, yaitu unsur dengan nomor 90 sampai nomor 103 dan diletakkan pada bagian bawah tabel. 

Jumlah golongan pada sistem periodik ada 8 dan ditandai dengan angka Romawi. Ada dua golongan besar, yaitu golongan A atau golongan utama dan golongan B atau golongan transisi. Golongan B terletak diantara golongan IIA dan golongan IIIA.

Nama-nama golongan pada unsur golongan A :
  • Golongan IA disebut dengan golongan alkali 
  • Golongan IIA disebut dengan golongan alkali tanah 
  • Golongan IIIA disebut dengan golonga boron 
  • Golongan IVA disebut dengan golongan karbon 
  • Golongan VA disebut dengan golongan nitrogen 
  • Golongan VIA disebut dengan golongan oksigen 
  • Golongan VIIA disebut dengan golongan halogen 
  • Golongan VIIIA disebut dengan golongan gas mulia 

Pada periode 6 golongan IIIB terdapat 14 unsur yang sangat mirip sifatnya, yaitu unsur-unsur lantanida. Pada periode 7 juga berlaku hal yang sama dan disebut dengan unsur-unsur aktinida. Kedua seri unsur ini disebut unsur-unsur transisi dalam. Unsur-unsur lantanida dan aktinida termasuk golongan IIIB, dimasukkan dalam satu golongan karena memiliki sifat yang sangat mirip.


SIFAT LOGAM 

Sifat yang dimiliki oleh unsur sebenarnya sangat banyak. Berdasarkan dari sifat kelogamannya, secara umum unsur dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu unsur logam, unsur non logam, dan unsur metaloid (semi logam). 

Logam banyak kita jumpai di sekitar kita, contohnya aluminium, besi, emas, tembaga, perak, dan lain-lain. Pada umumnya logam mempunyai sifat fisis, antara lain: 
  1. penghantar panas yang baik; 
  2. penghantar listrik yang baik; 
  3. permukaan logam mengkilap; 
  4. dapat ditempa menjadi lempeng tipis; 
  5. dapat meregang jika ditarik. 

Kemampuan dari logam untuk meregang apabila ditarik disebut dengan duktilitas. Kemampuan logam meregang dan menghantarkan listrik dimanfaatkan untuk membuat kawat atau kabel. Kemampuan logam yang dapat berubah bentuk jika ditempa disebut dengan maleabilitas. Kemampuan logam berubah bentuk jika ditempa dimanfaatka untuk membuat berbagai macam jenis barang, misalnya cangkul, golok, pisau, dan lain-lain. Sifat-sifat tersebut tidak dimiliki oleh unsur-unsur bukan logam atau yang disebut unsur non logam.

Jika dilihat dari konfigurasi elektronnya, unsur-unsur logam cenderung melepaskan elektron karena memiliki energi ionisasi yang kecil, sedangkan unsur-unsur non logam akan cenderung menangkap elektron karena memiliki energi ionisasi yang besar. Dengan demikian, dapat dilihat kecenderungan sifat logam dalam sistem periodik, yaitu dalam satu golongan dari atas ke bawah adalah semakin besar dan dalam satu periode dari kiri ke kanan adalah semakin kecil. Jika dilihat pada tabel periodik unsurnya, unsur-unsur logam diletakkan pada bagian kiri, sedangkan unsur-unsur non logam diletakan di bagian kanan (lihat tabel periodik unsur). 

Pada tabel periodik, batas antara unsur-unsur logam dan non logam pada umumnya digambarkan dengan tangga diagonal yang bergaris tebal. Unsur-unsur di daerah perbatasan mempunyai sifat ganda. Misalnya logam berilium (Be) dan aluminium (Al), logam-logam tersebut memiliki beberapa sifat bukan logam disebut sebagai unsur amfoter. Adapun logam yang berada di sebelahnya (dalam tabel periodik) yaitu Boron (B) dan Silikon (Si) merupakan unsur non logam yang memilki beberapa sifat logam disebut sebagai unsur metaloid.



Demikian penjelasan tentang Cara Mudah Membaca Tabel Periodik Unsur Kimia. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Pengertian Ion dan Contohnya Lengkap

8:46:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Setelah mempelajari Atom dan Molekul pada artikel sebelumnya. Kali ini kita akan membahas tentang ion. Pasti Anda sering mendengar tentang ion, lalu apakah yang di maksud dengan ion tersebut? Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian ion dan contohnya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


SEJARAH ION

Pada awal abad ke-19, Dalton mengatakan bahwa partikel terkecil dari materi adalah atom. Pada pertengahan abad ke-19, banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa banyak zat tidak disusun oleh atom melainkan oleh partikel bermuatan yang disebut ion. Ukuran dari partikel ini adalah sekitar ukuran atom dan molekul.

Contohnya orang sudah mengenal bahwa lelehan garam dan larutan garam dalam air dapat menghantarkan arus listrik. Dalam peristiwa tersebut, muatan listrik akan mengalir dengan cara yang berbeda dibandingkan dalam logam. Dalam logam, muatan listrik dibawa oleh elektron. Sebaliknya, dalam suatu lelehan garam atau larutan garam di dalam air, muatan listrik dibawa oleh ion positif dan ion negatif


PENGERTIAN ION

Dengan demikian, partikel terkecil dari materi tidak hanya berbentuk atom dan molekul, namun juga dapat berbentuk ion. Muatan elektron (e) adalah jumlah muatan terkecil yang disebut sebagai muatan dasar. Muatan ion adalah satu kali atau beberapa kali dari muatan dasar tersebut. Oleh karena itu, muatan ion hanya dituliskan dengan angka satu atau kelipatan dari muatan tersebut. Logam membentuk ion-ion bermuatan positif atau kation. Ion-ion unsur bukan logam sebagian besar membentuk ion bermuatan negatif atau anion


Atom dalam keadaan netral mengandung muatan positif dan negatif yang sama jumlahnya. Atom tersebut berubah menjadi ion saat menerima atau melepaskan elektron. Ion-ion dari logam alkali (IA) selalu membentuk ion-ion bermuatan positif satu, seperti ion litium (Li+), ion natrium (Na+), dan ion kalium (K+). Ion-ion dari logam alkali tanah (IIA) memiliki muatan positif dua, seperti ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+). 

Seperti halnya ion-ion dari unsur logam, ion-ion dari unsur yang bukan logam dapat diperkirakan muatannya berdasarkan letak unsur tersebut di dalam sebuah sistem periodik unsur. Ion-ion dari unsur golongan halogen (VIIA) selalu bermuatan negatif satu, yaitu ion bromide (Br–), ion fluorida (F–), ion klorida (Cl–), dan ion iodida (I–). Ion-ion dari golongan VIA, seperti oksigen akan membentuk ion bermuatan negatif dua, yaitu oksida (O2–). Atau belerang yang juga membentuk ion bermuatan negatif dua, sulfida (S2–). Dari unsur golongan VA, yaitu unsur nitrogen yang mampu membentuk ion bermuatan negatif tiga, nitrida (N3–). Adapun unsur-unsur dari golongan gas mulia VIIIA tidak dapat membentuk ion. 

Di samping ion yang berasal dari satu buah atom unsur atau monoatom, terdapat juga ion yang berasal dari gabungan dua atau lebih atom unsur yang berbeda atau disebut poliatom. Misalnya, ion sulfat yang bermuatan negatif dua (SO4 2–), ion nitrate yang bermuatan negatif satu (NO3 –), ion asetat yang bermuatan negative satu (CH3COO–), ion amonium yang bermuatan positif satu (NH4 +), dan juga ion hidroksil yang bermuatan negatif satu (OH–). 

Zat-zat yang tersusun dari ion akan memiliki muatan listrik netral. Hal ini disebabkan karena jumlah dari muatan positif dan negatif yang sama. Contohnya natrium klorida (NaCl) tersusun dari ion natrium yang bermuatan positif satu dan ion klor yang bermuatan negatif satu dengan perbandingan 1 : 1.

Magnesium klorida (MgCl2) yang tersusun dari ion magnesium bermuatan positif dua dan dua ion klor yang bermuatan negatif satu pada suatu perbandingan jumlah ion magnesium dan jumlah ion klor = 1 : 2. Oleh sebab itu, jumlah muatan positif yang berasal dari ion magnesium sama dengan jumlah muatan negatif yang berasal dari ion klor. 

Dalam aluminium klorida (AlCl3), satu ion aluminium yang bermuatan positif tiga akan dinetralkan oleh tiga ion klor yang bermuatan negatif satu. Antara ion positif dan negatif yang menyusun suatu garam akan saling tarik-menarik dengan lainnya dan akan membentuk kisi kristal. Kisi kristal ini memiliki ragam jenis, bergantung pada macam perbandingan ukuran dari ion positif dan negatif yang berikatan.


CONTOH KISI KRISTAL

Berikut ini digambarkan satu model kisi kristal dari senyawa garam dapur atau natrium klorida (NaCl). 

Satu ion natrium akan dikelilingi oleh enam ion klor. Sebaliknya, satu ion klor akan dikelilingi oleh enam ion natrium. Sebuah keteraturan ini dimiliki oleh setiap ion natrium dan ion klor. Dengan demikian, kedua ion tersebut tidak akan membentuk molekul melainkan membentuk suatu kisi kristal. Tiap ion tetap berada pada tempatnya. Ini bisa menjelaskan mengapa padatan garam dapur tidak dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan lelehannya dapat menghantarkan arus listrik.

Saat natrium klorida (NaCl) dilarutkan dalam air maka kisi kristal NaCl akan terurai membentuk ion natrium dan ion klor. Kedua ion tersebut akan berinteraksi dengan molekul air. Ion yang memiliki muatan berlawanan ini akan bergaya tarik listrik yang kuat. Ikatan kimia yang terjadi karena gaya tarik listrik ini disebut ikatan ion. Senyawa yang dihasilkan karena adanya ikatan ion disebut dengan senyawa ion. Adanya gaya tarik yang kuat ini dapat menjelaskan mengapa garam-garam atau senyawa ion umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi, bernilai jauh lebih tinggi dari zat-zat yang disusun oleh molekul-molekul. 



Pengertian Molekul dan Contohnya Lengkap

8:35:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Setelah mempelajari Atom dan Sejarahnya, lalu bagaimana suatu zat dapat terbentuk? Zat tersebut dapat terbentuk karena ada penggabungan dari atom-atom yang saling berikatan dan menghasilkan molekul, molekul tersebut akan saling berikatan kembali untuk membentuk suatu zat baru, dan terus seperti itu hingga membentuk suatu benda padat, cair, atau gas. Lalu apakah molekul tersebut?

Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas, pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian molekul dan contohnya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PENGERTIAN MOLEKUL

Banyak partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan atom, melainkan gabungan dari dua atau lebih atom unsur, baik dari unsur yang sama maupun berbeda. Gabungan dua buah atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama atau unsur yang berbeda disebut dengan molekul. Jika atomnya berasal dari unsur yang sama maka molekul tersebut disebut molekul unsur. Suatu molekul yang tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda maka disebut molekul senyawa.

Tidak seperti unsur logam yang partikel-partikel terkecilnya tersusun atas atom, partikel-partikel terkecil dari unsur-unsur yang bukan logam dapat berupa sebuah atom maupun sebuah molekul. Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) tersusun atas partikel terkecil kelompok atom. Adapun unsur-unsur dari golongan halogen (VIIA) akan tersusun atas molekul unsur. Untuk memantapkan pemahaman tentang perbedaan antara molekul unsur dan molekul senyawa, contohnya gas oksigen dan gas karbon dioksida

Molekul gas oksigen tersusun atas dua buah atom unsur yang sama, yaitu atom oksigen sehingga molekul oksigen termasuk molekul unsur (O2), sedangkan molekul-molekul gas karbon dioksida termasuk ke dalam molekul senyawa karena tersusun atas atom-atom dari unsur yang berbeda, yaitu satu atom karbon dan dua atom oksigen (CO2).

Contoh lain dari molekul unsur adalah suatu molekul yang dibentuk oleh atom unsur hidrogen. Dua buah atom unsur hidrogen akan membentuk molekul unsur diatomik atau molekul disusun oleh dua atom dengan rumus kimia H2. Selain unsur-unsur dari golongan halogen, unsur oksigen, dan unsur hidrogen, sebuah unsur nitrogen juga tersusun atas molekul diatomik dengan rumus molekul N2


Selain mampu membentuk suatu molekul diatomik, beberapa unsur bukan logam juga dapat membentuk molekul poliatomik atau molekul unsur yang tersusun atas tiga buah atau lebih atom. Misalnya, ozon (O3) merupakan sebuah molekul yang tersusun atas tiga buah atom unsur oksigen. Adapun belerang mampu membentuk molekul unsur yang tersusun dari 8 buah atom belerang (S8). 

Contoh zat yang partikel terkecilnya merupakan molekul senyawa adalah air. Air yang tiap hari dikonsumsi mengandung partikel-partikel terkecil yang disebut sebagai molekul air. Molekul air ini tersusun atas dua atom unsur hidrogen dan satu atom unsur oksigen (H2O). Karena molekul air tersusun dari atom-atom unsur yang berbeda, karena itu molekul air termasuk ke dalam molekul senyawa. Molekul unsur hidrogen bereaksi dengan molekul unsur oksigen yang akan membentuk molekul senyawa air. Tiap molekul unsur oksigen akan bereaksi dengan dua buah molekul unsur hidrogen yang kemudian membentuk 2 molekul senyawa air. Jika satu molekul oksigen membutuhkan dua molekul unsur hidrogen agar dapat bereaksi sempurna membentuk 2 molekul senyawa air maka 2 molekul unsur oksigen memerlukan 4 molekul unsur hidrogen agar bereaksi sempurna membentuk 4 molekul air. 

Pada reaksi di atas terlihat bahwa dalam reaksi kimia tidak ada atom yang hilang. Jumlah atom H dan O di sebelah kanan sama dengan jumlah atom H dan O di sebelah kiri. Perbedaannya adalah masing-masing atom yang di sebelah kiri berikatan dengan atom dari unsur yang sama, sedangkan atom yang di sebelah kanan sudah berikatan dengan atom dari unsur lain membentuk molekul senyawa.

Jumlah atom pada suatu reaksi kimia akan tetap sehingga fenomena adanya Hukum Kekekalan Massa yaitu "Jumlah massa zat-zat yang bereaksi sama dengan jumlah massa zat-zat hasil reaksi".

Selain zat-zat yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi zat-zat di sekitar kita yang partikel terkecilnya berupa molekul. Contohnya adalah gula putih (C12H22O11) yaitu zat yang biasa digunakan sebagai campuran untuk memaniskan rasa kopi. Contoh lainnya adalah gas karbon monoksida (CO) dan etanol (C2H5OH). 

Karbon monoksida adalah gas yang dapat meracuni darah kita sehingga menyebabkan kematian. Adapun etanol yaitu suatu zat yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan, seperti sterilisasi, campuran minuman keras, dan bahan bakar. Semua zat tersebut tersusun atas partikel-partikel terkecil materi yang disebut molekul



Pengertian Atom dan Sejarahnya Lengkap

8:23:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Pada zaman dahulu, banyak para ilmuwan yang kebingungan dengan partikel materi. Apakah yang menjadi bagian terkecil dari suatu materi? Itulah pertanyaan yang pada saat itu menjadi sebuah misteri bagi para ilmuwan. Akhirnya, berkat kecerdasan dan keingintahuan dari para ilmuwan, misteri itu pun perlahan-lahan terjawab. Materi ternyata mengandung partikel-partikel kecil, penyusunnya dapat berupa atom dan ion serta molekul.

Bagaimanakah sebuah sistem periodik unsur dapat mendeskripsikan unsur yang terdapat di alam? Apakah perbedaan antara atom, ion, dan molekul? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian atom dan sejarahnya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PARTIKEL TERKECIL YANG TAK KASAT MATA

Dua atau lebih zat murni dapat bercampur di antara satu dan lainnya membentuk suatu campuran tanpa kehilangan masing-masing sifatnya. Oleh sebab itu, komponen-komponen yang terdapat dalam suatu campuran dapat dipisahkan kembali satu dengan yang lainnya dengan menggunakan cara-cara fisika, seperti penyaringan, distilasi, sublimasi, kristalisasi, dan kromatografi. 

Berbeda halnya dengan campuran, zat murni tidak dapat dipisahkan menjadi materi yang lebih sederhana dengan menggunakan cara-cara fisika. Zat murni selanjutnya dapat dikelompokkan menjadi kelompok unsur dan kelompok senyawa. Senyawa sendiri merupakan gabungan dari dua atau lebih unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia. Dengan demikian, hasil gabungan tersebut merupakan zat baru. 

Setiap zat mengandung beberapa partikel terkecil yang menyusun zat tersebut. Misalnya, butiran-butiran gula pasir yang terlihat oleh mata kita, butiran-butiran  tersebut bukanlah partikel terkecil dari gula pasir. 

Partikel terkecil dari gula pasir tak dapat kita amati secara langsung dengan mata bahkan dengan bantuan mikroskop paling canggih sekalipun. Sampai saat ini, para ahli ilmu pengetahuan alam belum ada yang mengetahuinya secara pasti. Namun, mereka telah berupaya untuk mengembangkan beragam model dari bentuk partikel terkecil suatu zat dengan berdasarkan data yang telah mereka kumpulkan.


Setiap zat yang berbeda mengandung komposisi partikel terkecil yang berbeda pula. Misalnya, suatu logam besi disusun oleh partikel-partikel terkecil yang akan berbeda dengan partikel-partikel terkecil yang menyusun kalsium. Contoh lainnya, air mengandung partikel-partikel terkecil yang akan berbeda dengan partikel-partikel terkecil yang menyusun garam dapur. Banyak ragam partikel-partikel terkecil yang ada di alam sesuai dengan beragamnya zat yang ada di alam. Guna mempermudah untuk mempelajarinya, para ahli kemudian mengelompokkan partikel-partikel terkecil yang menyusun berbagai macam zat ke dalam tiga golongan, yaitu atom, molekul, serta ion.


SEJARAH ATOM

Keberadaan partikel terkecil yang menyusun suatu materi, diajukan kali pertama oleh dua orang ahli filsafat dari Yunani, yaitu Leucippus dan Democritus sekitar 450 tahun sebelum Masehi. Mereka menyatakan bahwa semua materi disusun oleh partikel-partikel yang sangat kecil sekali dan partikel- partikel tersebut tak dapat dibagi-bagi lagi yang kemudian disebut dengan atom. Atom sendiri berasal dari bahasa Yunani, yakni atomos (a berarti tidak dan tomos berarti terbagi). Sebelumnya telah disinggung bahwa hingga saat ini manusia belum ada yang mampu untuk melihat partikel terkecil dari suatu zat secara langsung maupun dengan bantuan mikroskop tercanggih. Karena itu, bentuk atom itu belum pernah ada yang mengetahuinya secara pasti. Dari berbagai fenomena yang ada, John Dalton (1766–1844) yang merupakan seorang guru kimia dari Inggris, pada tahun 1808 mengajukan hipotesa tentang partikel terkecil yang menyusun materi itu. Berikut intisari dari pemikiran John Dalton mengenai atom tersebut, yaitu: 
  1. Setiap unsur terdiri atas beberapa partikel terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi, disebut atom. 
  2. Semua atom dari unsur yang sama akan memiliki ukuran dan massa yang sama. Atom dari unsur yang berbeda akan memiliki massa yang berbeda pula. Dengan demikian, banyaknya macam atom sama dengan banyaknya macam unsur. 
  3. Atom tidak dapat dirusak. Atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan melalui reaksi kimia. 
  4. Melalui reaksi kimia, atom dari pereaksi akan memiliki susunan yang baru dan akan saling terikat satu sama lain dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu. 

Hipotesa dari Dalton mengenai atom di atas dikenal dengan istilah model atom Dalton. Dengan pemikiran Dalton mengenai atom tersebut, dapat dikatakan bahwa beragam zat-zat yang ada di alam sebenarnya berasal dari partikel-partikel terkecil yang disebut atom yang jumlahnya relatif sangat sedikit dilihat jumlah macam unsur yang terdapat dalam sistem periodik unsur.

Perlu diingat bahwa atom-atom dalam keadaan menyendiri atau tunggal tidak akan memiliki sifat-sifat tertentu, seperti warna, massa jenis, wujud, daya hantar listrik, titik leleh, titik didih, dan sebagainya. Sifat-sifat itu baru muncul jika atom-atom dalam jumlah besar bergabung dan membentuk kumpulan atom dengan cara-cara tertentu, contohnya adalah intan dan grafit. Kedua zat tersebut mempunyai sifat yang berbeda, intan sangat keras dan tembus pandang, sedangkan pada grafit akan bersifat lunak, hitam, dan tidak tembus pandang. Namun keduanya dibentuk oleh atom dari unsur yang sama, tetapi dengan beberapa cara berikatan yang berbeda. Atom yang dimaksud di sini adalah atom karbon. Jika keduanya dibakar maka kedua zat tersebut akan menghasilkan sebuah zat yang sama, yaitu karbon dioksida (CO2). 

Dapat dikatakan bahwa cara atom-atom berikatan dapat ikut menentukan sifat dari zat yang dibentuk. Dalam grafit, atom karbon akan membentuk lapisan-lapisan tersendiri. Dalam setiap lapisan, satu atom karbon memiliki tiga atom yang berdekatan. Sementara dalam intan, atom tersusun lebih rapat, pada satu atom karbon akan dikelilingi oleh empat atom karbon. 

Unsur-unsur logam seperti emas, natrium, tembaga, kalsium, dan besi dalam keadaan bebasnya atau tidak bersenyawa dengan unsur lain, dan tersusun atas partikel terkecil materi yang termasuk ke dalam golongan atom. Sepotong logam besi akan disusun oleh atom-atom besi yang memiliki struktur atau pola tertentu.

Selain unsur logam, ada pula unsur-unsur bukan logam yang dalam keadaan bebasnya (dalam keadaan tidak bersenyawa dengan unsur lain) tersusun atas atom-atom. Misalnya, unsur-unsur golongan gas mulia seperti helium (He), neon (Ne), argon (Ar), kripton (Kr), xenon (Xe), dan radon (Rn).


TABEL PERIODIK

Untuk mempermudah mempelajari tentang sifat-sifat unsur dan senyawanya, para ahli kimia menyusun unsur tersebut dalam suatu sistem yang disebut periodik unsur. Sistem periodik unsur merupakan suatu tabel yang berisi daftar semua unsur yang sudah dikenal atau diketahui keberadaannya. Pada tabel sistem periodik unsur, terdapat 118 macam unsur yang sudah berhasil diidentifikasi keberadaannya oleh para ahli. Unsur-unsur tersebut berada dalam keadaan bebas ataupun senyawanya di alam bahkan juga unsur-unsur yang hanya terdapat di dalam laboratorium saja. 

Cara membaca tabel periodik ini sangat mudah. Setiap kolom dalam sistem periodik unsur diberi istilah golongan. Dalam setiap golongan hanya terdapat satu golongan unsur. Dalam satu golongan, unsur-unsur akan disusun sesuai dengan kenaikan dari nomor massanya. Unsur-unsur dari golongan utama diberi tambahan simbol A di belakang nomor golongannya, misalnya IA, IIA, IIIA, dan seterusnya Beberapa golongan utama mendapat sebuah sebutan khusus. 

Unsur-unsur yang terdapat di dalam golongan utama pertama (IA), seperti litium (Li) dan natrium (Na) disebut unsur-unsur golongan logam alkali (hidrogen merupakan unsur bukan logam sehingga tidak termasuk ke dalam logam alkali). Golongan utama kedua (IIA), seperti berilium (Be) dan magnesium (Mg) disebut juga unsur-unsur logam alkali tanah. Unsur-unsur yang terdapat dalam golongan utama ketujuh (VIIA), seperti fluor (F) dan klor (Cl) disebut juga unsur-unsur golongan halogen. Unsur-unsur yang terdapat dalam golongan utama kedelapan (VIIIA), seperti helium (He) dan neon (Ne) disebut juga unsur-unsur golongan gas mulia

Setiap dari baris pada sistem periodik dimulai dari unsur logam alkali dan berakhir dengan unsur gas mulia. Unsur-unsur yang merupakan satu golongan akan ditemukan kembali sifat dari atomnya secara periodik pada setiap baris. Baris dalam sistem periodik unsur disebut periode. Periode pertama hanya terdiri atas dua macam unsur, yaitu hidrogen dan helium. Berbeda dengan cara penulisan pada golongan yang memakai huruf Romawi, nomor periode hanya ditulis dengan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. 

Dalam sistem periodik unsur, setiap unsur akan ditulis dalam bentuk lambang unsur disertai dengan identitas yang dimilikinya, yaitu berupa nomor atom dan nomor massa



Demikian penjelasan tentang Pengertian Atom dan Sejarahnya Lengkap. Untuk materi Ion dan Molekul dapat di lihat pada artikel selanjutnya. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Populer Hari Ini