Pengertian Fotosintesis Beserta Faktor Yang Mempengaruhi Lengkap

9:55:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Sebagai  tingkatan produsen, tumbuhan mampu untuk membuat serta menyediakan makanan sendiri dan untuk makhluk hidup lainnya melalui fotosintesis. Hampir seluruh makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan tumbuhan melalui fotosintesis. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian fotosintesis beserta faktor yang mempengaruhinya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PENGERTIAN FOTOSINTESIS

Fotosintesis adalah proses pembentukan senyawa kompleks dari senyawa sederhana dengan menggunakan bantuan energi cahaya matahari. Tumbuhan yang memanfaatkan energi cahaya matahari adalah tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan palisade. Klorofil adalah zat hijau yang terdapat di daun.

Seperti proses memasak, fotosintesis memerlukan bahan. Bahan yang dibutuhkan adalah molekul air atau H2O dan karbon dioksida atau CO2. Bahan-bahan tersebut akan membentuk senyawa glukosa atau molekul gula dan menghasilkan oksigen atau O2.

Secara kimiawi, proses fotosintesis dapat dituliskan dengan reaksi berikut ini.

6CO2 + 6H2O ==> C6H12O6 + 6O2

(air) + (karbon dioksida) ==> (glukosa) + (oksigen)



TAHAPAN FOTOSINTESIS

Proses fotosintesis terjadi dalam dua tahap, sebagai berikut.


1. Reaksi Terang Fotosintesis

Dalam tahap ini, klorofil menyerap energi cahaya matahari untuk memecah molekul air yang disebut dengan fotolisis, menjadi ion oksigen serta ion hidrogen.


molekul air ==> ion hidrogen + ion oksigen


2. Reaksi Gelap Fotosintesis 

Dalam tahap ini terjadi pengikatan karbon dioksida di dalam daun. Karbon dioksida tersebut akan bergabung dengan ion hidrogen yang dihasilkan dalam reaksi terang menjadi molekul gula atau glukosa.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FOTOSINTESIS

Di bawah merupakan faktor-faktor penting yang mempengaruhi fotosintesis :

1. CAHAYA

Energi cahaya dari matahari yang diserap tumbuhan tergantung pada intensitas cahaya yang dipancarkan matahari, panjang gelombang cahaya matahari, dan lama waktu penyinaran cahaya matahari terhadap daun. Jika intensitas cahaya terlalu tinggi itu tidak baik karena dapat merusak klorofil.


2. KARBON DIOKSIDA

Semakin banyak jumlah karbon dioksida yang ada di udara, jumlah bahan yang digunakan untuk fotosíntesis semakin banyak, namun kenaikan jumlah karbon dioksida harus sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima oleh daun.


3. SUHU

Enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya mampu untuk melakukan tugasnya pada suhu optimal tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin.


4. AIR

Kekurangan jumlah air menyebabkan stomata di daun menutup dan akan menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju proses fotosintesis.


5. PERTUMBUHAN TANAMAN

Proses fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang saat berkecambah daripada tumbuhan yang telah dewasa.


6. OKSIGEN

Kenaikan jumlah oksigen dapat menghambat proses fotosintesis karena oksigen tersebut merupakan komponen untuk respirasi dan hasil dari fotosintesis.


7. KLOROFIL

Apabila kadar klorofil berkurang, daun akan berubah menguning dan hal ini akan menurunkan laju proses fotosintesis.


Pengertian Organ Pada Makhluk Hidup Beserta Contohnya Lengkap

9:54:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Tubuh manusia dapat berfungsi dengan baik karena tersusun atas beberapa organ yang bekerja masing-masing namun saling berkaitan. Begitu pula hewan dan tumbuhan, memiliki organ agar dapat hidup dengan baik. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian organ pada makhluk hidup beserta contohnya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.

Sebelum membahas tentang organ, pastikan kalian sudah mengerti tentang sel. Kumpulan dari sel tersebut akan membentuk suatu jaringan. Dan kemudian kumpulan dari jaringan itu akan membentuk sebuah organ. Namun apakah hanya seperti itu? Tentu tidak.


PENGERTIAN ORGAN

Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan yang mempunyai fungsi tertentu di dalam tubuh, sedangkan tubuh itu sendiri adalah gabungan dari beberapa organ tubuh yang menjalankan suatu fungsi tertentu.


STRUKTUR ORGAN

Sekarang kita akan membahas tentang struktur organ itu sendiri.


1. Struktur Organ Manusia dan Hewan

Jantung dan hati serta paru-paru merupakan sebagian dari organ yang ada di dalam tubuh kita. Disebut organ karena jantung, hati, paru-paru, dan organ lainnya tersusun oleh beberapa jaringan untuk melakukan suatu fungsinya masing-masing


Di dalam organ jantung terdapat beberapa jaringan otot yang berguna untuk mengkontraksikan dan memompa darah, jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung jantung, dan juga jaringan saraf yang berfungsi untuk menghantarkan rangsang dari otak menuju jantung tersebut.

Contoh organ manusia dan hewan yang lainnya yaitu mata berfungsi untuk melihat, telinga berfungsi untuk mendengar, hidung berfungsi untuk mencium aroma, mulut berfungsi untuk mencerna makanan, ginjal berfungsi untuk menyaring darah, hati berfungsi untuk mengeluarkan empedu, dan lain sebagainya.


2. Struktur Organ Tumbuhan

Organ pada tumbuhan terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan buah serta biji. Akar tumbuhan memiliki fungsi untuk menyerap air dan mineral, menyimpan cadangan makanan bagi tumbuhan dan makhluk lain, alat pernapasan, dan alat pengangkut.

Batang pada tumbuhan berguna sebagai tempat untuk menempelnya organ lain seperti daun, bunga, dan buah, menyimpan cadangan makanan, mengokohkan tubuh dari tumbuhan tersebut, dan mengangkut seluruh zat yang diperlukan oleh tumbuhan.

Daun pada tumbuhan berfungsi sebagai tempat pembuatan zat makanan melalui proses fotosintesis, alat pernapasan, dan penguapan.

Bunga pada tumbuhan berfungsi sebagai alat perkembangbiakan atau reproduksi bagi tumbuhan tersebut yang dapat menghasilkan buah dan di dalam buah terdapat biji sebagai bakal tumbuhan baru.



Pengertian Sel Makhluk Hidup Lengkap

10:28:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang berfungsi sebagai pengatur dari organ-organ tubuh makhluk hidup tersebut. Manusia, hewan dan tumbuhan memiliki bentuk sel yang berbeda-beda. Oleh karena itu pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian sel makhluk hidup yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


SEJARAH PENEMUAN SEL

Penelitian menegenai sel pertama kali dilakukan oleh seorang ilmuan bernama Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati irisan gabus batang dari tumbuhan dengan menggunakan mikroskop. Pada irisan gabus terdapat ruangan kosong yang bersekat yang kemudian disebut sel.


PENGERTIAN SEL

Sel adalah unit atau satuan terkecil yang menyusun sebuah tubuh makhluk hidup. Salah satu ciri makhluk hidup adalah memiliki kemampuan untuk tumbuh serta berkembang

Tubuh makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang karena pertambahan jumlah sel tersebut. Sel pada tubuh makhluk hidup melakukan aktivitas karena memperoleh makanan serta energi.

Satu sel makhluk hidup mampu melaksanakan fungsi kehidupan sehingga dapat berkembang biak menjadi beberapa individu baru jika ditempatkan dalam media pertumbuhan yang sesuai.

Ukuran sel sendiri sangat bervariasi. Sel terkecil yang ditemukan adalah sel bakteri mikoplasma yang diameter selnya sekitar 0,1 µm. Sedangkan sel manusia memiliki diameter sekitar 20 mm. Dan yang terbesar adalah sel telur dari seekor burung unta, diameter selnya bisa mencapai 25 mm.



KELOMPOK MAKHLUK HIDUP BERDASARKAN JUMLAH SEL

Dari banyak jumlah selnya, makhluk hidup dapat dikelompokkan menjadi 2 macam, yaitu:

Makhluk hidup unisel, adalah makhluk hidup bersel satu. Contohnya virus, bakteri, ganggang biru, euglena, amoeba, dan paramaecium.

Makhluk hidup multisel, adalah makhluk hidup bersel banyak. Contohnya manusia, hewan, serta tumbuhan.


KELOMPOK MAKHLUK HIDUP BERDASARKAN ADA TIDAKNYA SEL

Dari ada tidaknya membran inti sel, sel terbagi menjadi 2, yaitu:

Sel prokariotik, adalah sel yang tidak memiliki membran inti yang digunakan untuk melindungi material inti. Contohnya, sel bakteri dan sel alga biru.

Sel eukariotik, adalah sel yang memiliki membran inti yang digunakan untuk melindungi material inti. Contohnyanya, sel manusia, sel hewan, dan sel tumbuhan.



STRUKTUR SEL

Struktur sel makhluk hidup itu terdiri dari membran sel, sitoplasma dan inti sel.


1. MEMBRAN SEL

Membran sel merupakan bagian yang membungkus sel sebelah luar, mengatur lalu lintas dari pengangkutan zat-zat dari dan ke dalam sel, dam menjaga keseimbangan jumlah zat kimia di dalam dan di luar sel. Makanan dan oksigen akan diangkut ke dalam sel melalui membran sel. Zat sisa juga akan dibuang ke luar sel melalui membran sel tersebut.


2. SITOPLASMA

Sitoplasma merupakan bagian sel yang hidup dan menjadi tempat kegiatan sel. Bagian sel ini disusun oleh karbohidrat, air, protein, lemak, dan mineral serta vitamin.

Sitoplasma memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan bahan kimia sel dan juga sebagai tempat berlangsungnya metabolisme sel. Sitoplasma sendiri terdiri dari bagian cair yang disebut sitosol dan pada bagian yang padat disebut organel.

Organel memiliki fungsi menjalankan fungsi sel. Organel - organel tersebut di antaranya retikulum endoplasma, ribosom, mitokondria, badan golgi, dan lisosom.

a. Retikulum endoplasma memiliki fungsi dalam sintesis lemak serta transpor zat di dalam sel.

b. Ribosom berperan dalam pembentukan zat protein.

c. Mitokondria memiliki fungsi sebagai penghasil energi karena organel ini terlibat dalam proses pernapasan sel.

d. Badan golgi berperan dalam ekskresi sel, pembentukan dinding sel serta pembentukan lisosom.

e. Lisosom berperan dalam pencernaan di dalam sel.


Tidak semua organel sel hewan dan manusia terdapat di dalam sel tumbuhan. Begitu juga sebaliknya.



Bagian - Bagian Sel Manusia dan Hewan Beserta Fungsinya Lengkap

9:48:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang berfungsi sebagai pengatur dari organ-organ tubuh makhluk hidup tersebut. Manusia dan hewan memiliki bentuk sel yang berbeda dengan tumbuhan. Di dalam sel terdapat bagian-bagian yang memiliki perannya masing-masing. Oleh karena itu pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang bagian-bagian sel manusia dan hewan beserta fungsinya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.



BAGIAN - BAGIAN SEL MANUSIA DAN HEWAN

Berikut adalah gambar serta keterangan bagian-bagian dari sel manusia dan hewan beserta fungsinya.
Gambar : Sel manusia dan hewan

Keterangan bagian-bagian sel hewan:

1. Membran selbagian ini berfungsi untuk melindungi isi sel, sebagai tempat masuknya zat yang dibutuhkan sel, serta tempat keluarnya zat sisa.       

2. Sentriol, bagian ini membantu dalam organisasi gelendong mitosis dan dalam penyelesaian sitokinesis serta tata ruang dalam sel.

3. Inti sel atau nukleusbagian ini berperan sebagai pusat pengaturan serta pengontrolan semua kegiatan sel.  

4. Mitokondria, bagian ini berfungsi sebagai alat pernapasan untuk memperoleh energi bagi tumbuhan.       

5. Sitoplasma, bagian ini sebagai bagian dari sel yang hidup sebagai tempat kegiatan sel. Bagian sel ini disusun oleh air, protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin.           

6. Vakuola, bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan serta zat kimia lainnya.

7. Membran intibagian ini yang berperan melindungi inti sel serta sebagai jalan masuknya zat yang dibutuhkan inti sel, dan juga sebagai tempat keluarnya zat sisa dari inti sel.

8. Kromosom, bagian ini berfungsi sebagai penyimpanan bahan materi genetik kehidupan atau yang biasa disebut dengan DNA.

9. Badan golgi, bagian ini berfungsi memperbaiki struktur membran sel atau membran plasma, mengolah protein atau hasil sintesis oleh retikulum endoplasma, berperan langsung dalam transportasi materi metabolisme, perakit karbohidrat khususnya oligosakarida pada protein membran, menyortir protein protein tertentu seperti pembentuk lisosom, dan pembentukan lipoprotein bersama dengan RE. halus.

10. Lisosom, bagian ini berfungsi untuk mencernakan zat zat yang belum dapat diuraikan oleh selmeng, hancurkan bagian bagian sel atau organel yang rusak dan tidak berfungsi lagi dan lisosom itu sendiri, serta menyediakan nutrisi bagi sel lain dari penghancurkan diri lisosom tersebut.



Bagian - Bagian Sel Tumbuhan dan Fungsinya Lengkap

9:21:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup yang berfungsi sebagai pengatur dari organ-organ tubuh makhluk hidup tersebut. Tumbuhan memiliki bentuk sel yang berbeda dengan hewan dan manusia. Di dalam sel terdapat bagian-bagian yang memiliki perannya masing-masing. Oleh karena itu pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang bagian-bagian sel tumbuhan dan fungsinya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.



BAGIAN - BAGIAN SEL TUMBUHAN

Berikut adalah gambar serta keterangan bagian-bagian dari sel tumbuhan dan fungsinya.

Gambar : Sel tumbuhan

Keterangan gambar:

1. Membran sel, bagian ini berfungsi untuk melindungi isi sel, sebagai tempat masuknya zat yang dibutuhkan sel, serta tempat keluarnya zat sisa.

2. Dinding sel, bagian ini hanya terdapat pada tumbuhan, berfungsi untuk pemberi bentuk sel serta melindungi sel, dinding sel  ini terbuat dari selulosa.

 3. Kloroplas, bagian ini hanya terdapat pada tumbuhan, berfungsi sebagai tempat klorofil untuk proses fotosintesis.

4. Ribosom, bagian ini memiliki peran penting dalam pembentukan atau sintesis protein sel.

5. Sitoplasma, bagian ini berbentuk gel sebagai tempat untuk organel sel serta sebagai tempat berlangsungnya aktivitas sel.

6. Mitokondria, bagian ini berfungsi sebagai alat pernapasan untuk memperoleh energi bagi tumbuhan.

7. Membran inti, bagian ini yang berperan melindungi inti sel serta sebagai jalan masuknya zat yang dibutuhkan inti sel, dan juga sebagai tempat keluarnya zat sisa dari inti sel.

8. Inti sel atau nukleus, bagian ini berperan sebagai pusat pengaturan serta pengontrolan semua kegiatan sel.

9. Vakuola,  pada tumbuhan besar bagian ini berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan serta zat kimia lainnya.

10. Retikulum endoplasma, bagian ini berfungsi untuk menyalurkan ribosom ke inti sel serta sebagai tempat pembentukan lemak


Pengertian Tumbuhan Berpembuluh dan Tidak Berpembuluh Beserta Contohnya Lengkap

8:27:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Seperti yang kita tahu, tumbuhan memiliki banyak ragam jenis dan bentuknya. Keanekaragaman jenis ini dapat kita kelompokan menjadi beberapa kelompok guna memudahkan kita untuk mempelajarinya. Kingdom plantae atau tumbuhan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu jenis tumbuhan tidak berpembuluh dan jenis tumbuhan berpembuluh. Karena itu pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian tumbuhan berpembuluh dan tidak berpembuluh beserta contohnya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. 


PENGERTIAN TUMBUHAN TIDAK BERPEMBULUH

Tumbuhan tidak berpembuluh adalah jenis tumbuhan yang tidak mempunyai akar, batang, daun, dan juga tidak mempunyai pembuluh untuk mengangkut zat makanan ke seluruh bagian tumbuhan tersebut. 


CONTOH TUMBUHAN TIDAK BERPEMBULUH

Tumbuhan yang tidak berpembuluh ada pada bryophyta atau yang biasa disebut sebagai lumut. Tumbuhan lumut ini terdiri dari lumut daun dan lumut hati.



PENGERTIAN TUMBUHAN BERPEMBULUH

Tumbuhan berpembuluh adalah jenis tumbuhan yang mempunyai akar, batang, daun, dan juga pembuluh untuk mengangkut zat makanan ke seluruh bagian tumbuhan tersebut.


Pembuluh pada tumbuhan berpembuluh ada dua macam, yaitu pembuluh kayu atau xilem dan pembuluh tapis atau floem.

1. Pembuluh Kayu

Pembuluh Kayu adalah pembuluh yang mempunyai fungsi untuk mengangkut air dan mineral dari dalam tanah melalui akar dan disalurkan ke seluruh bagian tumbuhan sampai ke daun.

2. Pembuluh Tapis

Pembuluh tapis adalah pembuluh yang mempunyai fungsi mengangkut zat makanan hasil dari proses fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan sampai ke akar.

Tumbuhan berpembuluh ini terdiri dari dua kelompok, yaitu tumbuhan berpembuluh tidak berbiji dan tumbuhan berpembuluh berbiji.
Tumbuhan berpembuluh tidak berbiji contohnya Pteridophyta atau tumbuhan paku-pakuan dan tumbuhan berpembuluh berbiji contohnya Spermatophyta atau tumbuhan biji.



Demikian penjelasan tentang Pengertian Tumbuhan Berpembuluh dan Tidak Berpembuluh Beserta Contohnya Lengkap. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Baca juga


Dampak Negatif Dari Pencemaran Lingkungan Bagi Manusia

7:48:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Perubahan iklim yang sangat signifikan terjadi terus menerus. Keadaan ini membuat bumi menjadi tidak lagi nyaman untuk dihuni. Kerusakan alam yang terus menerus terjadi akibat ulah dari manusia sendiri sangat sulit untuk dibendung Apalagi pencemaran lingkungan yang sudah menjadi hal yang umum bagi kita, contohnya membuang sampah sembarangan.

Untuk menyadarkan kita pentingnya menjaga lingkungan demi kenyamanan diri kita sendiri sebagai penghuni alam ini, oleh karena itu pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang dampak negatif dari pencemaran lingkungan bagi manusia yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


DAMPAK NEGATIF PENCEMARAN LINGKUNGAN

Di bawah ini  adalah dampak negatif yang paling terasa bagi kehidupan di bumi terutama bagi manusia akibat pencemaran lingkungan;


1. EFEK RUMAH KACA

Seperti yang kita tahu, rumah kaca memiliki hawa hangat karena sifat dari kaca membiaskan sinar matahari yang masuk namun mencegah udara hangat keluar. Begitu pula dengan lapisan karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang kini berada di atmosfer yang menyelimuti permukaan bumi dan menimbulkan efek yang sama seperti rumah kaca tadi.


Lapisan yang ada di atmoster tersebut membiarkan sinar matahari masuk ke permukaan bumi namun kemudian menahan sebagian besar panas di bawah atmosfer serta mencegah hawa panas tersebut lolos ke ruang angkasa dalam wujud radiasi.

Hawa panas yang terkurung akibat efek rumah kaca tersebut akan menghangatkan bumi. Kadar karbon dioksida yang telah melebihi ambang batas akan menghalangi pantulan sinar ultraviolet dari permukaan bumi ke atmosfer sehingga temperatur dari permukaan bumi menjadi naik. Peningkatan suhu permukaan bumi ini kita sebut pemanasan global.


B. PENIPISAN LAPISAN OZON

Lapisan ozon adalah sebuah selimut atmosfer bumi. Lapisan ini berguna untuk melindungi kita dari sinar ultraviolet (UV). Radiasi dari UV dapat membahayakan bagi kesehatan manusia, termasuk memicu kanker kulit.

Namun sekarang lapisan ozon semakin menipis, dan setiap tahun terlihat lubang di langit Antartika. Terbentuknya lubang ozon disebabkan oleh rumpun gas CFC. Gas CFC masuk ke dalam atmosfer kemudian merusak lapisan ozon.



Pengertian Keseimbangan Ekosistem Lengkap

8:28:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian keseimbangan ekosistem yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. Setiap ekosistem terbentuk dari banyak suatu organisme atau yang kita sebut sebagai biotik dan sesuatu yang tidak hidup atau abiotik. Ekosistem tidak akan pernah seimbang, namun ekosistem selalu berubah. Perubahan ekosistem ini terjadi karena salah satu komponen dalam ekosistem berubah.

Perubahan dari komponen abiotik pada suatu ekosistem dapat terjadi secara alami, seperti gempa bumi serta perubahan iklim atau karena tindakan manusia.

Contohnya, terjadi sebuah perubahan iklim yang kemudian menyebabkan hujan tidak turun selama waktu yang cukup lama pada sebuah ekosistem hutan, sehingga pepohonan mati kekeringan. Selain itu, hewan-hewan juga banyak yang mati karena kehausan dan kelaparan.

Akibat keadaan tersebut, ekosistem hutan akan berubah. Kemudian contoh perubahan ekosistem karena tindakan manusia adalah seperti penebangan hutan secara besar-besaran.

Apabila keadaan komponen yang ada di dalam suatu ekosistem seimbang, maka ekosistem pun akan ikut seimbang. Selain itu, sebuah keseimbangan ekosistem dapat terjadi apabila jumlah produsen lebih banyak dari herbivora, dan herbivora lebih banyak dari karnivora.

Namun kenyataannya tidak semudah itu, untuk dapat menentukan syarat terjadinya sebuah keseimbangan ekosistem, banyak faktor penting yang harus diperhatikan dalam menentukan sebuah keseimbangan ekosistem tersebut.


PENGERTIAN KESEIMBANGAN EKOSISTEM

Keseimbangan ekosistem adalah suatu kondisi dimana suatu interaksi antara komponen di dalam sebuah ekosistem berlangsung secara harmonis dan seimbang.

Keseimbangan lingkungan merupakan suatu kemampuan dari lingkungan untuk mengatasi tekanan dari alam dan juga dari aktivitas manusia, serta kemampuan dari lingkungan tersebut dalam menjaga kestabilan kehidupan di dalamnya. 

Sebuah keseimbangan lingkungan akan tercapai bila adanya interaksi organisme dengan faktor lingkungan serta interaksi antar komponen dalam suatu lingkungan dapat berjalan dengan proporsional.



Pengertian Komponen Biotik Dalam Ekosistem Lengkap

9:17:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Alam menyediakan berbagai hal untuk menunjang suatu kehidupan. Alam menyediakan banyak hal yang dapat digunakan untuk menjaga suatu aliran energi pada ekosistem. Pada sebuah ekosistem sendiri dibagi menjadi 2 buah komponen penunjang kehidupan, yaitu komponen abiotik dan komponen biotik. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian komponen biotik dalam ekosistem yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PENGERTIAN LINGKUNGAN BIOTIK

Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi termasuk komponen biotik. Di dalam ekosistem, komponen biotik memiliki peranan dan tugas tertentu. Organisme dapat dibedakan menjadi tiga berdasarkan peranannya, yaitu sebagai produsen, konsumen, dan pengurai atau dekomposer.



KELOMPOK KOMPONEN BIOTIK


1. PRODUSEN

Kehidupan manusia dan hewan sangatlah bergantung kepada adanya tumbuhan. Mengapa? Karena sinar matahari adalah sumber energi utama bagi kehidupan di bumi. Sinar matahari tersebut digunakan oleh tumbuhan yang memiliki zat klorofil untuk membantu dalam proses fotosintesis.

Pada proses fotosintesis, karbon dioksida atau CO2 dan air atau H2O akan diubah serta diproses secara kimia sehingga menghasilkan zat karbohidrat sebagai bahan makanan bagi tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Karena itulah tumbuhan berperan sebagai produsen, karena tumbuhan menyediakan makanan bagi makhluk hidup lainnya.

Tumbuhan disebut dengan autotrof, karena tumbuhan dapat membuat makanan sendiri. Tumbuhan yang menggunakan bantuan sinar matahari untuk membantu proses fotosintesis disebut fotoautotrof.

Contoh tumbuhan yang termasuk ke dalam fotoautotrof antara lain pohon jati, pohon pisang, palem, ganggang atau alga, pakis haji, dan berbagai tumbuhan biji lainnya.

Bakteri juga berperan sebagai produsen, namun tidak menggunakan sinar matahari untuk proses pembuatan makanannya, melainkan menggunakan cadangan dari energinya dalam bentuk senyawa kimia. Proses pembuatan makanan pada bakteri ini disebut kemoautotrof.

Kemoautotrof adalah organisme bersel tunggal yang dapat membuat makanan namun tidak dengan bantuan sinar matahari tetapi dengan menggunakan cadangan energinya dalam bentuk senyawa kimia.


2. KONSUMEN

Konsumen adalah organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, namun menggunakan makanan yang dihasilkan oleh organisme lain atau makhluk hidup yang berperan sebagai produsen.

Hampir makhluk hidup serta tumbuhan yang tidak mempunyai zat klorofil termasuk sebagai konsumen. Karena tidak mampu membuat makanan sendiri, konsumen disebut juga heterotrof.

Organisme yang secara langsung memakan produsen disebut dengan herbivora. Herbivora disebut konsumen tingkat pertama, contohnya kelinci, sapi, kambing, dan belalang. Makhluk hidup yang memakan konsumen tingkat pertama disebut sebagai konsumen tingkat kedua.

Seluruh konsumen tingkat kedua adalah pemakan daging, yang disebut dengan karnivora. Kemudian karnivora yang memakan konsumen tingkat kedua tadi disebut sebagai konsumen tingkat ketiga. Lalu konsumen tingkat keempat adalah pemakan konsumen tingkat ketiga, dan seterusnya.


3. DEKOMPOSER

Setiap makhluk hidup pasti akan mati. Bagian dari tubuh makhluk hidup yang telah mati atau sisa dari makhluk hidup tersebut akan diuraikan menjadi zat-zat yang lebih sederhana oleh bentuan dekomposer atau biasa disebut organisme pengurai. Contohnya adalah bakteri dan jamur.

Proses penguraian sangat penting dalam sebuah ekosistem. Sampah, kotoran, dan sisa-sisa makhluk hidup akan diuraikan sehingga menghasilkan berbagai macam mineral yang ada di dalam tanah yang kemudian akan digunakan oleh organisme lain.



Pengertian Komponen Abiotik Dalam Ekosistem Lengkap

7:31:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Alam menyediakan berbagai hal untuk menunjang suatu kehidupan. Alam menyediakan banyak hal yang dapat digunakan untuk menjaga suatu aliran energi pada ekosistem. Pada sebuah ekosistem sendiri dibagi menjadi 2 buah komponen penunjang kehidupan, yaitu komponen abiotik dan komponen biotik. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian komponen abiotik dalam ekosistem yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PENGERTIAN LINGKUNGAN ABIOTIK

Lingkungan abiotik adalah sesuatu yang tak hidup yang sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu ekosistem. Komponen abiotik terdiri dari tanah, temperatur, air, udara, dan sinar matahari. Komponen abiotiklah yang menentukan banyak jumlah serta jenis organisme yang dapat hidup pada suatu ekosistem.



KELOMPOK KOMPONEN ABIOTIK


1. TANAH

Tanah termasuk faktor abiotik yang terdiri dari kombinasi udara, mineral, air, dan bahan organik yang bersumber dari penguraian tumbuhan atau hewan yang telah mati. Perbedaan zat penyusun suatu tanah akan menghasilkan jenis tanah yang beragam.

Jenis tanah tersebut akan memengaruhi beragam jenis makhluk hidup pada ekosistem. Pada ekosistem bertanah tandus akan ditemukan sedikit organisme. Lain halnya dengan ekosistem di daerah yang tanahnya subur serta gembur akan ditemukan banyak ragam organisme.


2. TEMPERATUR

Temperatur atau suhu ikut serta dalam menentukan jenis organisme yang dapat hidup di suatu ekosistem tertentu. Pada daerah bersuhu dingin atau bersalju akan sering ditemukan burung penguin, beruang salju, dan panda. Karena hewan-hewan ini hanya dapat hidup di tempat yang bersuhu rendah.

Dan di padang pasir akan sering ditemukan unta dan pohon kurma. Karena mereka hanya dapat hidup di tempat yang bersuhu tinggi.


3. AIR

Air adalah bagian terbesar dari ekosistem yang ada di bumi. Pada daerah perairan ini dapat dihuni oleh hewan yang berukuran paling kecil sampai yang paling besar. Mulai dari ikan kecil, ikan hiu, paus, dan tumbuhan yang terkecil hidup di air, mereka akan mati jika tidak terdapat air.

Air sangat penting bagi semua makhluk hidup untuk proses kehidupannya. Pada tubuh kita pun bagian terbanyak adalah air yang berjumlah mencapai dua pertiga dari berat tubuh kita.


4. SINAR MATAHARI

Matahari adalah sebagai sumber energi utama bagi seluruh organisme hidup yang ada di bumi. Sinar matahari akan diserap oleh tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Kemudian fotosintesis akan menghasilkan makanan serta oksigen yang dibutuhkan untuk kehidupan.

Sinar matahari juga sangat memengaruhi temperatur lingkungan, karena temperatur lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan organisme.



Demikian penjelasan tentang Pengertian Komponen Abiotik Dalam Ekosistem Lengkap. Semoga  artikel di atas bermanfaat.

Baca juga


Kelompok Hewan Vertebrata Beserta Pengertiannya Lengkap

7:48:00 PM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Kekayaan alam memang tidak dapat kita pungkiri keindahannya. Hewa, tumbuhan, dan manusia hidup saling berdampingan demi kelangsungan hidupnya. Tapi tahukah kalian bahwa hewan dapat di kelompokkan menjadi 2 bagian? yaitu hewa bertulang belakang atau vertebrata, dan hewan tak bertulang belakang atau invertebrata. Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang kelompok atau bisa disebut dengan klasifikasi hevan vertebrata beserta pengertiannya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.

Vertebrata sendiri mempunyai sebuah arti yaitu makluk hidup yang mempunyai tulang belakang.


KELOMPOK HEWAN VERTEBRATA

Kerajaan hewan atau kingdom animalia dalam kelompok vertebrata terdiri dari kelompok ikan atau Pisces, katak atau Amfibia, melata atau Reptilia, burung atau Aves, dan hewan menyusui atau Mamalia.


1. PISCES

Ikan adalah sebuah organisme air yang memiliki tubuh berbentuk streamline atau pipih. Tubuh ikan memiliki sebuah rangka dalam yaitu tulang berbentuk duri dan rangka luar yaitu sisik. Permukaan tubuh ikan licin dan berlendir, serta bernapas dengan insang.

Pada sisi tubuh ikan terdapat sebuah gurat sisi sebagai indera yang berguna untuk mengetahui kedalaman dan tekanan air. Alat gerak ikan berupa sirip serta ekor. Ikan adalah hewan berdarah dingin karena suhu tubuh ikan yang dapat berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan tempat ikan berada.


Kelas ikan dibagi  lagi ke dalam tiga kelompok, yaitu :


a. Ikan tak Berahang

Contohnya belut laut yang memiliki sebuah mulut berbentuk bulat dengan gigi berderet tajam yang berguna untuk mengisap darah dan mencabik tubuh dari mangsa belut laut.


b. Ikan Bertulang Rawan

Contohnya ikan hiu, ikan pari, serta ikan cucut. Ikan hiu memiliki sebuah rangka yang tersusun dari tulang rawan dan kulit yang terbungkus oleh bentukan seperti gigi. Ikan hiu juga termasuk ke dalam ikan yang memiliki kecepatan gerak di dalam air yang tinggi dan termasuk seekor ikan pemangsa yang buas.


c. Ikan Bertulang Keras

Contohnya adalah ikan yang memiliki rangka keseluruhan yang tersusun dari tulang keras atau tulang sejati. Bukan hanya rangka dalam, namun ikan bertulang keras juga mempunyai rangka luar berupa sisik berbentuk pipih yang menutupi seluruh tubuh ikan. Kelompok ikan ini adalah kelompok ikan terbanyak dan terbesar.



2. AMFIBIA

Amfibia adalah hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu di darat dan di air. Saat masa berkembang biak, amfibi akan mengeluarkan sel telur dan sperma di dalam air sehingga pembuahannya terjadi di luar tubuh dari amfibi tersebut.

Hasil pembuahan dari amfibia tersebut kemudian akan menjadi larva amfibi atau yang biasa kita sebut kecebong yang hidup di air dan bernapas dengan menggunakan insang. Setelah dewasa, amfibi akan bernapas dengan paru-paru. Sama seperti ikan, amfibi juga termasuk hewan berdarah dingin.

Amfibi dibagi lagi menjadi tiga macam, yaitu salamander, katak, serta kodok. Perbedaan katak dan kodok adalah bila katak hidupnya selalu di tempat basah atau di tempat yang lembap,  kodok hanya akan hidup di tempat yang kering.



3. Reptilia

Ciri-ciri dari kelompok reptil ini adalah bernapas dengan menggunakan paru-paru dan tubuhnya ditutup oleh sebuah kulit bersisik dari zat tanduk. Reptilia berkembang biak dengan cara bertelur. Reptilia termasuk hewan berdarah dingin.

Reptilia terdiri dari beberapa golongan, yaitu kadal, ular, kura-kura, dan buaya. Golongan kadal contohnya: kadal, biawak, tokek, komodo, bunglon, dan cecak. Golongan ular contohnya ular sinduk, ular belang, ular sanca, dan ular hijau. Golongan kura-kura meliputi kura-kura serta penyu. Golongan buaya meliputi berbagai jenis buaya.



4. AVES

Alat gerak burung bagian depan adalah sepasang sayap, sedangkan alat gerak belakang adalah kaki yang ditutupi sisik. Bulu seekor burung tersusun dari zat protein yang disebut keratin. Bulu burung berguna sebagai sebuah penahan panas yang sempurna bagi tubuh burung tersebut.

Bentuk dari kaki seekor burung berbeda-beda disesuaikan dengan adaptasi dan cara bagaimana memperoleh makanannya. Seekor burung pemangsa akan memiliki cakar melengkung yang berfungsi untuk mencengkeram dan meremukkan mangsa, misalnya burung elang. Seekor burung perenang akan memiliki telapak kaki yang berselaput seperti kayuh, contohnya bebek. Seekor burung yang memiliki satu buah jari mengarah ke belakang, memungkinkan burung tersebut untuk mencengkeram erat objek yang dihinggapinya, contohnya burung pipit, dan kakaktua.

Burung juga memiliki paruh. Paruh burung berbeda-beda bentuknya disesuaikan dengan jenis makanannya. Paruh burung kakaktua berguna untuk memecahkan biji, paruh burung pipit berguna untuk mematuk cacing, paruh burung bangau berguna untuk memangsa seekor ikan yang berada dalam air, paruh seekor bebek berguna untuk menelusuri makanan, dan paruh burung elang berguna untuk mengoyak daging mangsanya menjadi sayatan-sayatan kecil.

Ciri lain dari burung, yaitu burung termasuk ke dalam hewan yang homelterm atau berdarah panas. Artinya, suhu tubuh seekor burung akan selalu konstan atau tetap meskipun pun suhu lingkungannya berubah. Lain halnya dengan ikan, amfibi, dan reptilia yang termasuk poikiloterm atau berdarah dingin.



5. Mamalia

Ciri utama dari mamalia adalah mempunyai sebuah kelenjar susu, memiliki rambut namun bukan bulu, bernapas dengan menggunakan paru-paru, melahirkan anak, dan berdarah panas atau homeiterm.



Demikian penjelasan tentang Kelompok Hewan Vertebrata Beserta Pengertiannya Lengkap. Semoga bermanfaat.

Jenis - Jenis Register Geser Beserta Cara Kerjanya Lengkap

3:03:00 PM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang jenis-jenis register geser beserta cara kerjanya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.




SERIAL INPUT SERIAL OUTPUT (SISO)

Serial Input Serial Output adalah sebuah register geser dengan masukan berurutan keluaran berurutan.

IC pembentuk : 74LS74

Cara kerja:
Informasi atau data dimasukan secara berurutan yang kemudian akan dikeluarkan jika clock berganti dari 1 ke 0. Karena jika jalan keluar flip-flop satu dihubungkan dengan jalan masuk flip-flop berikutnya, maka informasi atau data di dalam register akan digeser ke kanan.


SERIAL INPUT PARALEL OUTPUT (SIPO)

Serial Input Paralel Output adalah sebuah register geser dengan masukan berurutan keluaran serentak.

IC pembentuk : 74LS164

Cara kerja:
Masukan-masukan informasi atau data dimasukan secara berurutan dan akan dikeluarkan oleh D-FF setelah masukan clock berpindah dari 0 ke 1. Keluaran informasi atau data serial akan dapat dibaca secara paralel setelah diberikan satu perintah yaitu Read Out. Bila dijalan masuk Read Out tersbut diberi logika 0, maka semua keluaran dari gerbang AND adalah 0 dan bila Read Out diberi logika 1, maka gerbang AND akan menghubung langsung sinyal-sinyal yang ada di Q pada masing-masing flip-flop.


PARALEL INPUT SERIAL OUTPUT (PISO)

Paralel Input Serial Output adalah sebuah register geser dengan masukan serentak keluaran berurutan.

IC pembentuk : 74LS74, 74LS76


Cara Kerja:
Mula-mula jalan masuk Data Load diberi logika 0, maka semua gerbang NAND mengeluarkan logika 1, sehingga jalan masuk set dan reset semuanya berlogika 1 berarti bahwa jalan masuk bagian set dan reset tidak berpengaruh pada rangkaian ini. Jika Data Load diberi logika 1, maka semua input paralel akan dilewatkan oleh gerbang NAND.

Misalkan jalan masuk A berlogika 1, maka gerbang NAND pertama mengeluarkan logika 0 dan gerbang NAND kedua mengeluarkan logika 1. Dengan demikian flip-flop akan diset sehingga menjadi Q berlogika 1. Karena flip-flop yang lain akan dihubungkan dengan cara yang sama, maka mereka juga memindahkan informasi pada saat Data Load diberi logika 1. Setelah informasi berada di dalam register tersebut, Data Load diberi logika 0.

Informasi akan dapat langsung dikeluarkan dari register dengan cara memasukkan sinyal denyut, denyut demi denyut keluar deret maupun seri. Untuk keperluan ini jalan masuk D harus dihubungkan kepada keluaran Q.


PARALEL INPUT PARALEL OUTPUT (PIPO)

Paralel Input Paralel Output adalah sebuah register geser dengan masukan serentak keluaran serentak.

IC pembentuk : 74LS774, 74LS173.

Cara kerja:
Sebelum memasukkan informasi atau data kedalam register, rangkaian direset dahulu agar keluaran Q semuanya berlogika 0. Setelah itu data barulah dimasukkan secara paralel pada input D-FF dan data kemudian akan diloloskan keluar secara paralel setelah flip-flop mendapat sinyal clock dari logika 0 ke logika 1.



Demikian penjelasan tentang Jenis - Jenis Register Geser  Beserta Cara Kerjanya Lengkap. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Jenis - Jenis Dioda Beserta Gambar dan Penjelasannya Lengkap

9:29:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang jenis-jenis dioda beserta gambar yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti. Setelah sebelumnya kita membahas tentang Pengertian Dioda Pada Rangkaian Elektronika Lengkap.



JENIS - JENIS DIODA


1. Light Emiting Diode (Dioda Emisi Cahaya)

Dioda yang disingkat LED ini adalah salah satu piranti elektronik yang menggabungkan dua unsur yaitu optik dan elektronik yang biasa disebut sebagai Opteolotronic. Dengan masing-masing elektrodanya berupa anoda (+) dan katroda (-), dioda jenis ini dapat dikategorikan berdasarkan arah biasnya dan diameter cahaya yang dihasilkan, dan warnanya



2. Diode Photo (Dioda Cahaya)

Dioda jenis ini merupakan dioda yang peka terhadap cahaya, yang bekerja pada pada daerah reverse tertentu sehingga arus cahaya tertentu saja yang dapat melewatinya, dioda ini biasa dibuat menggunakan bahan dasar silikon dan geranium.


Saat ini dioda cahaya banyak digunakan untuk alarm, pita data berlubang yang berfungsi sebagai sensor, dan alat pengukur cahaya atau Lux Meter.


3. Diode Varactor (Dioda Kapasitas)

Dioda jenis ini adalah dioda yang unik, karena pada dioda ini memiliki nilai kapasitas yang dapat berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya nilai tegangan yang akan diberikan kepada dioda ini. Contoh, jika tegangan yang diberikan besar, maka kapasitasnya akan menurun, dan akan berbanding terbalik jika diberikan tegangan yang rendah akan semakin besar kapasitasnya, pembiasan dioda ini secara reverse.


Dioda jenis ini biasa digunakan sebagai pengaturan suara pada televisi, dan pesawat penerima radio.


3. Diode Rectifier (Dioda Penyearah)

Dioda jenis ini adalah dioda penyearah arus atau tegangan yang diberikan, contohnya seperti arus bolak-balik atau  disearahkan sehingga menghasilkan arus searah. Dioda jenis ini memiliki sifat yang berbeda-beda sesuai dengan nilai kapasitas tegangan yang dimiliki.



4. Diode Zener

Dioda jenis ini adalah dioda yang mempunyai kegunaan sebagai penyelaras tegangan baik yang diterima maupun yang dikeluarkan, sesuai dengan nilai kapasitas dari dioda tersebut, contoh jika dioda ini memiliki kapasitas 5,1 V, maka jika tegangan yang diterima lebih besar dari nilai kapasitasnya, maka tegangan yang dihasilkan akan tetap 5,1 Volt tetapi jika tegangan yang diterima lebih kecil dari kapasitasnya yaitu 5,1 Volt, dioda ini tetap mengeluarkan tegangan sesuai dengan inputnya.




Itu tadi adalah penjelasan tentang Jenis - Jenis Dioda Beserta Gambar dan Penjelasannya Lengkap. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Baca juga

Pengertian Dioda Pada Rangkaian Elektronika Lengkap

8:58:00 AM Add Comment
TAMBANGILMU.COM - Perusahaan Listrik Negara atau PLN menghasilkan dan menghantarkan listrik ke rumah-rumah dalam bentuk tegangan arus bolak-balik atau alternating current. Tegangan listrik tersebut tidak dapat langsung digunakan oleh peralatan elektronik yang ada di rumah karena peralatan elektronik yang ada dirumah hanya menggunakan tegangan arus searah atau direct current.

Untuk itu digunakan sebuah komponen khusus yang berguna untuk menyearahkan arus bolak-balik tersebut agar dapat digunakan oleh peralatan elektronik, komponen tersebut dinamakan Dioda. Oleh karena itu, pada kesempatan ini admin tambangilmu akan membagikan tentang pengertian dioda, simbolnya, fungsinya, karakteristik, dan cara kerjanya yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dimengerti.


PENGERTIAN DIODA

Dioda adalah sebuah komponen aktif pada elektronika yang memiliki dua kutub dan bersifat semikonduktor. Dioda juga bisa dialiri arus listrik ke satu arah dan akan menghambat arus dari arah sebaliknya. Dioda sebenarnya tidak memiliki sifat yang sempurna, melainkan memiliki sifat yang berhubungan erat dengan arus dan tegangan komplek yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi yang akan digunakan dan juga parameter penggunaannya. Dioda dapat dibuat dari Germanium atau Ge dan Silikon atau Silsilum atau Si.



SIMBOL DIODA

Berikut adalah gambar simbol-simbol dioda :



FUNGSI DIODA

Karena dioda adalah komponen semikonduktor yang terdiri dari penyambung P-N. Dioda merupakan gabungan dari dua buah elektroda, yaitu anoda dan katoda. Sifat lain dari dioda adalah menghantarkan arus listrik pada tegangan maju dan menghambat arus pada aliran tegangan balik. Beberapa fungsi dioda, yaitu :
  • Sebagai penyearah untuk komponen elektronika dioda bridge.
  • Sebagai penstabil tegangan pada komponen elektronika dioda zener.
  • Sebagai pengaman suatu rangkaian elektronika atau sekering.
  • Sebagai pemangkas atau pembuang level sinyal yang ada di atas atau bawah suatu tegangan tertentu pada suatu rangkaian clipper.
  • Sebagai penambah komponen DC didalam sinyal AC pada rangkaian clamper.
  • Sebagai pengganda nilai tegangan.
  • Sebagai indikator untuk rangkaian Light Emiting Diode (LED).
  • Dapat digunakan sebagai sebuah sensor untuk panas pada aplikasi rangkaian listrik power amplifier.
  • Sebagai sensor cahaya pada komponen dioda photo.
  • Sebagai rangkaian VCO atau Voltage Controlled Oscilator pada komponen dioda varactor.


CARA KERJA DIODA
Berbeda dengan prinsip ataupun teori elektron yang menyebutkan bahwa arus listrik yang terjadi dikarenakan oleh pergerakan suatu elektron dari kutub positif menuju ke kutub negatif, tetapi dioda ini hanya mengalirkan arus satu arah saja, yaitu DC. Karena jika sebuah dioda dialiri oleh tegangan P yang lebih besar dari muatan N, maka elektron yang terdapat pada muatan N akan dialirkan menuju muatan P yang disebut sebagai Forward Bias.


Bila terjadi sebaliknya, yaitu jika dioda tersebut dialiri dengan suatu tegangan N yang lebih besar daripada tegangan P, maka elektron yang ada di dalamnya tidak akan bergerak, sehingga dioda tidak dapat mengaliri muatan apapun, pada kondisi seperti ini sering disebut sebagai Reverse Bias.

Secara keseluruhan dioda dapat dicontohkan sebagai sebuah katup, dimana katup akan terbuka pada saat air mengalir dari belakang menuju ke depan. Dan katup akan menutup apabila ada sebuah dorongan aliran air dari depan katub.


Simbol dioda digambarkan dengan anak panah yang diujungnya terdapat sebuah garis yang melintang. Cara kerja dioda dapat kita lihat dari simbolnya. Karena pada pangkal anak panah disebut sebagai anoda dengan simbol P dan pada ujung anak panah dapat disebut sebagai katoda dengan simbol N.


KARAKTERISTIK DIODA

Berikut adalah gambar tentang karakteristik pada dioda :


Pada keadaan forward bias, dioda memiliki tegangan jatuh sebesar 0,7 volt, dimana jika tegangan pada dioda di bawah 0,7 volt, maka dioda tersebut tidak akan mengalirkan arus listrik.

Dan pada keadaan reverse bias, dioda memiliki tegangan jatuh sebesar 100 volt, dimana dioda akan tetap mengalirkan arus listrik jika tegangan dioda mencapai 100 volt yang disebut dengan arus bocor.



Demikian penjelasan tentang Pengertian Dioda Pada Rangkaian Elektronika Lengkap. Semoga artikel di atas bermanfaat.

Baca juga

Populer Hari Ini