Stuktur Atom dan Ikatan Kimia Beserta Penjelasannya Lengkap

9:45:00 AM
TAMBANGILMU.COM - Setiap benda yang ada di dunia tersusun atas banyak sekali atom. Seperti air, meja, kursi, bahkan badan kita juga tersusun atas atom. Atom merupakan partikel terkecil tak kasat mata yang sudah tidak dapat dibagi-bagi lagi. Lalu bagaimana bentuk partikel yang tak kasat mata ini? Dan bagaimana cara atom-atom ini membentuk suatu benda? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, admin tambangilmu akan membagikan struktur yang membentuk atom dan ikatan kimia yang dapat terjadi pada atom yang akan dijelaskan secara lengkap dan mudah untuk dipahami.

Stuktur Atom dan Ikatan Kimia Beserta Penjelasannya Lengkap

STRUKTUR ATOM

Atom bebas dibentuk oleh 3 partikel bebas, yaitu:

  1. Elektron, bermuatan listrik negatif,
  2. Proton, bermuatan listrik positif,
  3. Neutron, bermuatan listrik netral.


Elektron dan proton bermuatan sama, tetapi berlawanan tanda (negatif dan positif). Setiap shell dapat ditempati maksimum 2n², dimana n (nomor shell) dihitung dari shell terdalam sampai dengan terluar. Sifat unsur ditemtukan oleh elektron terluar (elektron valensi). Unsur yang memiliki elektron valensi yang sama, mempunyai sifat yang hampir sama. Atom paling stabil bila memiliki 8 elektron pada shell terluar atau 2 elektron pada shell terluar bila atom hanya memiliki 1 shell, sehingga tidak mudah bereaksi dengan unsur yang lain.
Struktur Atom


IKATAN KIMIA
Atom dapat membuat ikatan dengan atom yang lain yang sejenis atau tak sejenis. Ikatan primer, ada 3 jenis ikatan primer :

1. Ikatan Ionik (ionic bond)
Atom yang hanya memiliki 1 elektron pada shell terluar pada umumnya tidak stabil, cenderung akan melepas elektronnya dan shell yang didalamnya akan menjadi shell terluar. Karena berkurangnya jumlah elektron, maka atom akan bermuatan positif, disebut ion positif. Sebaliknya atom yang memiliki 7 elektron pada shell terluar, cenderung akan menerima 1 elektron dari luar. Karena menerima elektron, maka atom kelebihan elektron, sehingga bermuatan negatif, disebut ion negatif.

2. Ikatan Kovalen (covalent bond)
Agar atom memiliki konfigurasi elektron yang stabil dapat dilakukan dengan saling meminjamkan elektronnya. Atom karbon dan hidrogen masing-masing memiliki 4 dan 1 elektron pada shell terluar dengan saling meminjamkan elektronnya maka pada shell terluar hidrogen terdapat 2 elektron (stabil) sedang pada shell terluar karbon terdapat 8 elektron (stabil).

3. Ikatan Logam (metallic bond)
Hampir sama dengan ikatan kovalen, hanya saja atom yang saling meminjamkan elektron jumlahnya tak terbatas. Jarak antar inti atom relatif tetap.
  • Bila atom bergerak menjauh akan terjadi gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron, sehingga kembali ke posisi semula,
  • Bila atom bergerak mendekat akan terjadi gaya tolak menolak antar inti atom yang bermuatan sama, sehingga inti atom akan kembali ke posisi semula,
  • Jarak antar inti atom relatif tetap, sedang elektron-elektron valensi nya tidak terikat hanya pada salah satu atom tertentu, tetapi dapat berpindah-pindah ke atom yang lain,
  • Karena elektron mudah bergerak, maka mudah mengalirkan listrik dan panas,
  • Ikatan seperti ini bisa terjadi pada logam, karena itu dinamakan ikatan logam,
  • Logam memiliki ikatan elektron valensi yang sangat lemah sehingga mudah bergerak melalui seluruh strukturnya bila dikenai gaya oleh suatu medan magnet.

Ikatan Sekunder
Ketiga jenis ikatan yang telah dibahas sebelumnya merupakan ikatan primer yang relatif kuat. Ikatan sekunder lebih lemah, merupakan ikatan interatom, dikelompokkan sebagai gaya Van der Waals, meski sesungguhnya terdapat berbagai mekanisme yang berbeda. Sebagai contoh semua gas mulia, memiliki 8 elektron pada shell terluar atau 2 elektron pada shell terluar (bila atom hanya memiliki 1 shell), sehingga dalam keadaan stabil seperti ini tidak ada> ikatan primer yang efektif, karena ikatan kovalen, ion, dan logam semuanya memerlukan penyesuaian dari elektron valensi. Akibatnya, atom-atom gas mulia memiliki daya tarik menarik yang lemah dan pada suhu yang biasa, biasanya tetap monotomik.

Hanya pada suhu yang sangat rendah, pada saat getaran termal telah berkurang, gas-gas elemen ini berkondensasi, yang membuktikan bahwa ada gaya interatomik yang menarik atom-atom tersebut. Gaya tarik menarik yang lemah ini didapati pula pada beberapa molekul seperti H2, N2, O2, CH4, NH2, H2O, dsb. Dimana gas-gas ini memenuhi persyaratan valensi dengan adanya ikatan kovalen dalam molekul. Kondensasi molekul sederhana ini terjadi bila energi getaran termal mengecil sehingga gaya Van der Waals menjadi cukup berarti.



Demikian adalah penjelasan tentang Struktur Atom dan Ikatan Atom Beserta Penjelasannya Lengkap. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat.

Baca juga

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Populer Hari Ini